Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali Dr. Ir. Sulistianingtias, bersama Kasubdit Kamsel Dit. Lantas Polda Bali AKBP I Ketut Karditha menjelaskan jumlah kecelakaan di Bali. (BP/rah)
DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus kecelakaan lalu lintas masih tinggi di Bali. Di Bali saja, rata-rata tiap tahun sekitar 600 nyawa melayang di jalan. Oleh karena itu, Direktorat Lalu Lintas (Lantas) Polda Bali berupaya menekan angka kecelakaan dengan berbagai cara, diantaranya melaksanakan program Police & Jasa Raharja Go to Campus.

“Disasarnya kampus karena mahasiswa ini kan calon intelektual, akademisi dan pemimpin masa depan. Dari mereka kami berharap menjadi agen-agen tertib berlalu lintas,” kata Kasubdit Keamanan Keselamatan (Kamsel) Dit. Lantas Polda Bali AKBP I Ketut Karditha, didampingi Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali Dr. Ir. Sulistianingtias, Rabu (15/11).

Menurut Karditha, dari Mabes Polri hingga Polda komit dan mendukung program diprakarsai Jasa Raharja tersebut. Pihaknya tidak bosan-bosannya memberikan pemahaman dan pendidikan serta mengajak masyarakat supaya tertib berlalu lintas. Safety riding selau mengingatkan betapa pentingnya keselamatan, baik bagi diri pengendara maupun orang lain.
“Angka kecelakaan di Bali cukup tinggi dan jumlah korban meninggal saja tiap tahun 600 orang. Kalau dibagi rata-rata satu nyawa melayang tiap hari,” ungkapnya.

Dari jumlah korban meninggal tersebut, generasi muda mendominasi. Pasalnya dari data yang dihimpun usia yang mendominasi yaitu masih produktif 15-35 tahun atau 60 persen. Oleh karena itu generasi muda sangat rentan kecelakaan. “Penyebabnya karena mereka emosionalnya tinggi, sering lalai, egoisme. Ada juga menganggap mati itu sudah nasib, mindset ini harua diubah. Keselamatan harus diutamakan,” tandasnya.

Baca juga:  Sehari, Dua Korban Tewas Kasus Lakalantas

Sedangkan Sulistianingtias mengungkapkan, pembayaran santunan tahun 2012 sampai 2016 yaitu Rp 109.480.500.153 dengan jumlah korban 9.715 orang. Sedangkan periode Januari sampai Oktober 2017, jumlah korban kecelakaan 1.680 orang dengan jumlah santunan Rp 26.557.812.919. “Dibandingkan tahun 2016 dengan periode sama ada kenaikan 38,71 persen,” ungkapnya.

Oleh karena itu pihaknya terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Polda untuk menciptakan budaya keselamatan dan tertib berlalu lintas dengan sasaran agar angka kecelakaan dapat dikendalikan. “Program terakhir ini kami akan laksanakan di STP Bali, Nusa Dua tanggal 17 Nopember. Kami berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada mahasiswa. Program ini diisi diantaranya seminar dan safety riding,” kata Sulistianingtias.

Tujuan dilaksanakan program mengusung tema melalui lembaga pendidikan kita bangun budaya tertib berlalu lintas ini, mendorong terwujudnya perubahan mindset pentingnya keselamatan berlalu lintas. Selain itu diharapkan terbentuknya pelopor atau agen keselamatan berlalu lintas di kalangan civitas akademika sebagai salah satu unsur stakeholder di bidang lalu lintas. “Kami akan melibatkan juga pelajar dengan permainan menarik dan dikemas lebih kekinian. Kami ingin menanamkan kepada masyarakat terutama mahasiswa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” ungkap Sulistianingtias. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.