Sejumlah warga mengungsi di Posko UPTD Pertanian Rendang. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Jumlah warga pengungsi di Kecamatan Rendang terus berkurang. Dari 10 ribu pengungsi ketika status Gunung Agung masih awas, kini warga yang masih bertahan di pengungsian hanya 2.536 orang.

Camat Rendang, I Wayan Mastra, Senin (13/11) mengungkapkan semenjak adanya penurunan status dari awas ke siaga oleh PVMBG, warga yang wilayahnya di luar radius 6 kilometer dengan perluasan sektoran 1,5 kilometer sudah balik ke kampung halaman mereka masing masing. Mereka pulang ke kampung halamannya, setelah mendapat intruksi dari perbekel atau kadus setempat. “Dari 10 ribu pengungsi saat masih status awas, kini hanya tinggal seribuan,” ungkapnya.

Menurut Mastra, berdasarkan hasil pendataan pengungsi yang dilakukan oleh petugas per 12 November 2017, pengungsi yang masih bertahan di pengungsian di Kecamatan Rendang sebanyak 2.536 orang. Mereka tersebar di sejumlah titik di empat desa yakni Desa Rendang, Desa Nongan, Desa Pesaban dan Desa Menanga. “Untuk di Desa Rendang jumlah pengungsi sebanyak 1.291 orang, Desa Nongan (845), Desa Pesaban (341) dan Desa Menanga (59) orang,” ungkapnya.

Baca juga:  Tiga Kapal Ikan Terbakar di Pelabuhan Benoa

Dikatakannya, pihaknya memang cukup kesulitan untuk mendata para pengungsi pascasebagian besar pengungsi pulang kerumahnya. Karena pengungsi masih ada yang pulang dan malemnya kembali mengungsi. Bahkan kata Mastra, tidak menutup kemungkinan warga yang wilayahnya masuk zona merah ikut pulang ke rumah mereka untuk kembali tinggal secara permanen.

Ia juga menduga warga yang wilayahnya aman, kemungkinan masih ada yang mengungsi karena khawatir dengan kondisi gunung yang belum 100 aman. “Data ini belum final. Sewaktu-waktu jumlah pengungsi ada perubahan,” jelas Mastra. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.