Seorang wisatawan mancanegara menarik koper menyusuri jalan diantara pedagang di Pantai Sanur, Denpasar. (BP/eka)
DENPASAR, BALIPOST.com – Pantai Sanur yang menjadi sumber pendapatan dari sektor pariwisata, dinilai perlu dilakukan penataan secara komprehensif. Mengingat, sampai saat ini masih ada beberapa persoalan yang belum terselesaikan dengan baik.

Misalnya saja, keberadaan bangunan semi permanen maupun permanen yang ada di luar jalur jogging track. Bangunan seperti itu dinilai dapat menodai keberadaan Pantai Sanur yang telah menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Anggota DPRD Denpasar A.A.Susruta Ngurah Putra didampingi anggota lainnya, Arya Jimbawan, Selasa (7/11), mengungkapkan perlunya ada penertiban bangunan-bangunan yang berada di luar jalur jogging track. Karena sesuai dengan Perda yang ada, di luar jogging track tidak diizinkan ada bangunan yang permanen. “Kalau mau konsisten, semua bangunan yang ada di luar jogging track harus dibersihkan,” ujar Susruta.

Dikatakan, sepanjang Pantai Sanur cukup banyak bangunan yang berdiri tanpa ada penertiban dari instansi terkait. Pemerintah harus berani mengambil tindakan agar objek wisata yang menjadi sumber pendapatan daerah benar-benar dikelola secara profesional. Bukan hanya itu, lingkungannya juga harus tertata dengan baik.

Arya Jimbawan menambahkan, keberadaan Pantai Losari, Makassar bisa menjadi contoh penataan yang baik. Karena sebelumnya, pantai tersebut jauh lebih kumuh dari Pantai Sanur. Namun, setelah dilakukan penataan secara berkala, maka pantai yang berada di pinggir Kota Makassar tersebut menjadi objek yang sangat menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Angin Mamiri tersebut.

Baca juga:  Kerta Gosha

Beberapa tahun lalu, sejatinya sudah ada keinginan untuk menata bangunan yang ada di luar jogging track. Bahkan, rencana penertiban lapak-lapak dan bangunan semi permanen yang ada di Pantai Sanur, mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Sanur. Mereka meminta pemerintah konsisten dalam melakukan penataan pantai yang berpasir putih tersebut.

Terlebih, sejak penataan dan pembuatan jalan setapak sepanjang pantai itu, rencana membebaskan bangunan dan lainnya di sebelah timur jalan setapak sudah tercetus. Hanya saja, rencana itu tidak pernah terealisasi dengan baik, sehingga ada pembiaran orang per orang untuk melakukan dan menaruh barang dagangan. ‘’Ini perlu komitmen pemerintah yang punya kewenangan untuk itu,” tambah Susruta.

Dikatakan, pemerintah perlu menjaga satu-satunya aset keindahan alam yang tiada duanya tersebut di Denpasar. Bila saja pemerintah memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga aset tersebut, pihaknya yakin keindahan alam Pantai Sanur bisa lebih baik. “Kita semua hanya perlu menjaga dan merawat aset berharga ini agar tetap menarik dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.