Progres pembangunan gerbang di pintu masuk dari barat ke Kabupaten Tabanan telah mencapai 35 persen. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com -Penataan kawasan perbatasan Kabupaten Tabanan–Jembrana di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, terus dikebut. Hingga Jumat (24/7), progres pembangunan yang diproyeksikan menjadi wajah baru gerbang barat Tabanan itu telah mencapai sekitar 35 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan I Gde Partana mengatakan pekerjaan terus dipercepat agar selesai sesuai jadwal. Penataan dilakukan untuk mengubah wajah pintu masuk wilayah barat Tabanan menjadi lebih representatif sekaligus menghilangkan kesan kumuh dan gelap yang selama ini dirasakan pengguna jalan. “Progres penataan sudah mencapai sekitar 35 persen. Pekerjaan terus dikebut agar selesai sesuai target,” ujarnya.

Baca juga:  Molor, Rencana Pembangunan Parkir RSUP Sanglah

Menurut Partana, kawasan Selabih memiliki posisi strategis karena berada di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk. Selama ini lokasi tersebut kerap dimanfaatkan pengendara, terutama kendaraan logistik, sebagai tempat beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.

Rest area yang dibangun akan berada di dua sisi jalan. Sisi kiri memanfaatkan aset milik Pemkab Tabanan, sedangkan sisi kanan menggunakan lahan milik swasta seluas sekitar 1,5 hektare. Kawasan ini nantinya disiapkan sebagai ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Baca juga:  Daya Beli dan Jumlah Kunjungan Wisman Menurun

Sebelumnya, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan penataan kawasan perbatasan tersebut merupakan jawaban atas berbagai masukan dari masyarakat maupun pelaku pariwisata yang menginginkan pintu masuk Tabanan tampil lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Selain rest area, kawasan itu juga akan dilengkapi ikon berbentuk jineng sebagai simbol daerah agraris Tabanan yang merepresentasikan kemakmuran masyarakat serta filosofi Gunung Batukaru.

Keberadaan rest area itu diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Tabanan melalui pemberdayaan UMKM lokal. (Puspawati/balipost)

Baca juga:  Alasan Ini Sebabkan Demer Mundur dari Pencalonan Ketua DPD Golkar Bali

 

BAGIKAN