Padangbai
Polisi perketat pengawasan di pelabuhan Padangbai. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Sebagai pintu utama masuk Bali dari wilayah Indonesia Timur, Pelabuhan Padangbai di Kecamatan Manggis, Karangasem, rawan terhadap berbagai jenis tindakan kriminalitas termasuk terorisme. Khusus untuk mencegah dermaga penyeberangan tersebut dijadikan jalur lalulintas kendaraan bermotor hasil kejahatan, kini Polsek Kawasan Laut Padangbai memberi perhatian khusus terhadap lalulintas kendaraan.

‘’Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap identitas kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Ini untuk mencegah potensi Pelabuhan Padangbai dijadikan jalur pengiriman kendaraan hasil curian,’’ ungkap Kapolsek Kompol I Ketut Suharto Giri, Jumat (3/11).

Di pintu keluar dan masuk pelabuhan (Pos 1 dan Pos 2), Polsek Padangbai menyiagakan personil yang bertugas mengecek kelengkapan identitas kendaraan. Selain itu personil yang ditempatkan di kedua pos tersebut melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap muatan dan barang bawaan. Petugas diarahkan melakukan pemeriksaan secara detail guna memastikan kendaran tersebut bukan hasil kejahatan.

Baca juga:  Dua Sopir di Padangbai Positif Narkoba

Pengamanan super ketat itu bukan tanpa alasan. Beberapa waktu lalu Polsek Padangbai sempat mengamankan puluhan sepeda motor bekas yang diangkut menggunakan truk tronton.

Setelah dicek ternyata di antaranya sepeda motor itu banyak yang tak dilengkapi surat-surat. Motor-motor tersebut semuanya bernomor polisi luar Bali, yang rencananya dikirim ke wilayah Indonesia Timur.

Hasil penyelidikan waktu itu mengindikasikan sepeda motor-sepeda motor tersebut bukan hasil kejahatan. Namun karena karena identitasnya meragukan, rencana penyeberangan ke Pelabuhan Lembar, Lombok, dibatalkan. Semua sepeda motor itu diamankan.

Kompol Suharto Giri mengatakan, kesiapsiagaan diutamakan untuk meningkatkan keamanan. Hal itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku curanmor. ‘’Dengan pengetatan di pelabuhan kita berharap bisa menekan angka curanmor terutama di wilayah hukum Polda Bali,’’ pungkasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.