Wisatawan mengunjungi Kertha Gosa. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Program city tour telah resmi diluncurkan Pemkab Klungkung. Namun, pelaksanaannya belum berjalan mulus.

Masih ada sejumlah persoalan. Salah satunya, turunnya retribusi Kertha Gosa yang menjadi salah satu bagian didalam program itu. Penurunan retribusi hampir 50 persen.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengungkapkan sesuai pengamatannya, city tour ini belum termanajemen dengan baik. Salah satunya terlihat dari pintu masuk yang ada di mana-mana, sehingga wisatawan dapat masuk secara bebas tanpa membeli tiket di loket yang belokasi di timur Kertha Gosa.

Parahnya lagi, realita seperti ini justru dijadikan tontonan oleh petugas. “Ternyata setelah ditanya, mereka (Wisatawan-red) belum beli tiket. Permasalahannya tempat tiket terlalu jauh,” ujarnya, Kamis (2/11).

Munculnya persoalan itu diindikasikan sebagai dampak kurangnya sosialisasi program. “Malah terjdi penurunan pendapatan hampir 50 persen dari sebelum launching,” ungkapnya.

Supaya ini tak terus berlanjut, langkah evaluasi langsung dilakukan. Bersama Dinas Pariwisata diputuskan tempat tiket dipindah ke Monumen Puputan Klungkung. Tak hanya itu, pintu masuk ke Kertha Gosa yang sebelumnya ada tiga, hanya dibuka satu. “Kita menganggap setelah launching, selesai urusan. Gak bisa seperti itu. Setahun pun harus dievaluasi. Itu gak jalan kemarin,” kata bupati asal Nusa Ceningan ini.

Baca juga:  Pemkab Klungkung Tunda Festival Nusa Penida

Sebagai bagian dari city tour, Desa Wisata Kamasana juga tak luput dari sorotan. Suwirta memandang masih terkesan stagnan. Belum ada perkembangan signifikan. Demikian juga dengan promosinya yang belum berjalan secara maksimal.

Guna membangkitkan, tanggung jawab tak bisa sepenuhnya dibebanankan pada pemerintah. Namun perlu ada gerakan gayung bersambut dari desa, terutama generasi muda. Potensi yang menjadi unggulan harus mampu dipromosikan secara gencar melalui informasi teknologi. “Jangan diam terus. Anak-anak muda harus bergerak promosi menggunakan IT, share di medsos. Saya tugaskan bentuk badan pengelola, bentuk promosi. Libatkan anak-anak muda,” tegasnya.

Rute city tour Klungkung dimulai dari monumen Puputan Klungkung, lalu ke Puri Agung Klungkung, dilanjutkan ke Museum Semarajaya, Pemedal Agung, Kertha Gosa, Pasar Seni Klungkung dan terakhir mengunjungi Desa Wisata Kamasan. Dalam promosinya, Asosiasi Trevel Agent Indonesia (Asita) diharapkan bisa turut ambil andil. (Sosiawan/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.