TABANAN, BALIPOST.com – Penurunan status gunung Agung menjadi Siaga belum menyebabkan pengungsi di Kabupaten Tabanan kembali ke kampung asalnya. Kebanyakan masih memutuskan untuk bertahan di posko dan merayakan Galungan di posko pengungsian.

Seperti di kecamatan Penebel belum ada data pengungsi yang kembali ke rumah. Camat Penebel, I Gusti Ayu Nyoman Suparwati, Senin (30/10) mengatakan dari data terakhir hanya satu pengungsi yang pulang tetapi hanya untuk sembahyang di rumahnya di Karangasem. “Jadi tidak pulang permanen. Hanya untuk sembahyang dan katanya akan kembali,’’ ujarnya.

Dari data terakhir, tercatat 131 orang pengungsi Karangasem di Kecamatan Penebel. Mereka tersebar di 13 desa dan posko pengungsian. Untuk di posko utama yang bertempat di rumah dinas Camat tercatat 30 orang pengungsi.

Galungan kali ini, pengungsi di posko utama kecamatan Penebel mendapatkan sumbangan daging babi dari Bupati Tabanan dan mereka secara gotong royong mengolahnya. Hal yang sama juga terjadi di posko pengungsian Kecamatan Kerambitan.

Baca juga:  Bantu Pengungsi, Desa Bugbug Implementasikan Tri Hita Karana 

Seorang pengungsi, Wayan Sudarma (65) bersyukur mendapatkan bantuan babi sehingga bisa merasakan kesan Galungan meskipun sederhana di tempat pengungsian. Ia menambahkan beberapa pengungsi berencana pulang ke Karangasem saat Galungan. “Untuk sembahyang saja. Setelah itu kembali lagi ke pengungsian,” terang pengungsi asal Banjar Dinas Gula, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem ini.

Camat Kerambitan, I Gede Sukanada memaparkan dari data terakhir belum ada pengungsi yang memutuskan pulang ke kampung asalnya. Terakhir tercatat pengungsi pindah atau memilih pulang pada 21 Oktober berjumlah enam orang. Dari data terakhir tercatat 194 pengungsi di kecamatan Kerambitan, 112 pengungsi berasal di luar KRB III dan 82 orang berasal dari KRB III. (Wira Sanjiwani/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.