Pelajar
Ratusan siswa pengungsi SD sampai SMA sangat antusias mengikuti lomba mengarang, menggambar, dan baca puisi. (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Ratusan pelajar pengungsi SD, SMP dan SMA mengikuti lomba menulis puisi, mengarang dan menggambar Jumat (27/10). Untuk lomba menggambar tingkat pelajar SD dilaksanakan di SDN 4 Rendang. Sedangkan untuk lomba tingkat pelajar SMP dan SMA dilaksanakan di Sekolah SMA N 1 Rendang. Siswa yang mengikuti lomba merupakan siswa pengungsi yang berada di seputaran Kecamatan Rendang, Karangasem.

Pelaksanaan lomba tersebut disambut antusias oleh para siswa pengungsi mulai dari pelajar SD, SMP dan SMA. Pasalnya, bagi mereka yang gambarnya masuk nominasi 10 besar mendapatkan juara. Dan bagi siswa yang meraih juara satu, mereka langsung membacakan hasil karya yang dibuat di depan ratusan siswa yang mengikuti lomba mupun yang menonton lomba tersebut.

Salah seorang guru dari SMPN 2 Rendang I Ketut Sengker mengatakan, pihaknya sangat menyambut positif kegiatan yang dilakukan oleh KMB. Kata dia, dengan kegiatan berbagai lomba yang dilakukan mulai dari mengarang, menulis puisi dan menggambar sangat memberikan pengarus positif kepada seluruh siswanya.

Ia mengucapkan banyak terimakasih kepada KMB yang mau memperhatikan siswa pengungsi lewat kegiatan seperti ini. “Dengan adanya kegiatan ini akan mampu mensupport anak-anak pengungsi maupun yang tidak mengungsi. Sehingga mereka bisa lebih bersemangat di dalam dalam belajar dan bisa melupakan hal-hal yang negatif terkait kondisi yang dihadapi saat ini,” ungkap Ketut Sengker.

Dikatakannya, kegiatan seperti ini memang sangat penting diberikan kepada anak-anak di dalam situasi sekarang ini. Karena dengan kegiatan seperti ini, akan sangat mendukung kegiatan literasi secara nasional agar anak-anak dapat mengepresikan kemampuan mereka terutama dalam menulis dan membaca.

Baca juga:  Menkes Sarankan Pengungsi Jangan Ditempatkan di Tenda

Serta bisa melek terhadap ilmu pengetahuan. Karena ilmu pengetahuan sangat penting untuk kelangsungan masa depan. Terlebih lagi siswa-siswa ini bakal menjadi genarasi emas bangsa di masa mendatang.

“Jadi pembentukan karakter dan kecerdasan memang harus dilakukan mulai sekarang.  Sehingga apa yang diperoleh bisa dipakai bekal hidup di kemudian hari,” katanya.

Sementara itu kepala SMPN 3 Rendang I Wayan Suiji juga mengucapkan banyak terima kasih dengan kegiatan yang dilakukan ini. Dia menjelaskan, dengan kegiatan yang dilakukan ini diharapkan mampu menghilangkan rasa ketakutan mereka dengan situasi sekarang ini.

“Semoga lewat kegiatan mampu menumbuhkan keinginan siswa untuk tetap semangat dalam belajar. Sehingga dalam dituasi apapun pendidikan harus tetap berjalan. Karena pendidikan merupakan bekal masa depan,” kata Wayan Suiji. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.