SANGIRAN, BALIPOST.com – Ingin kemah bareng keluarga plus upgrade wawasan tentang kegiatan petualang terkait jejak manusia purbakala? Segera langkahkan kaki ke Bumi Perkemahan Punden Tingkir Sangiran, Desa Krikilan, Kalijambe Kabupaten Sragen, 27-29 Oktober 2017. Di tanggal itu, sudah ada Festival Petualang Nusantara (FPN) yang siap menunggu setiap wisatawan.

“Sangiran dipilih sebagai lokasi Festival Petualang karena kami ingin mengajak para peserta berpetualang dengan menyusuri jejak jejak pra sejarah pada masa homo sapiens. Termasuk berkemah di titik ditemukannya fosil Megantropus yang menghebohkan dunia dan telah diakui UNESCO itu,” ujar Aji Rahmad, Ketua Penyelenggara FPN 2017, Senin (23/10).

Peserta yang hadir dijamin akan mendapatkan pengalaman lebih. Maklum, semuanya akan mendapatkan wawasan dari narasumber-narasumber yang paten. Dari mulai fotografer yang menekuni dunia etnofotografi Don Hasman, petualang Rizal Bustami hingga Teguh Sudarisman, semua dipastikan ikut hadir ke tengah acara.

“Tahun ini FPN akan menghadirkan 11 tokoh petualang di beberapa workshop sesuai keahlian mereka. Mereka bakal bercerita dan berbagi pengalaman. Don Hasman adalah fotografer petualang yang pernah menjelajah Puncak Himalaya dan dinobatkan sebagai 100 Famous Photographers In The World pada 2000 silam, Rizal Bustami adalah jurnalis petualang sementara Teguh Sudarisman adalah travel writer,” tambahnya.

Nama beken lainnya diisi Andi Ardi (tyroleans-slackline), Supii Liem (pemandu canyoning), Moh. Anshori (pendaki-dive instructor-videografer). “Juga Ronie Ibrahim (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia-APGI), Andri Ardi (pemandu Canyoning, Tyroleans, Slackliners), Michael Anthony (Pendiri Survival Skils Indonesia), Kusworo Rahadyan (Pendiri dan Penggagas Federasi Orienteering Nasional Indonesia), Dp Arsa DPP AELI (Koordinator Pengembangan Wilayah Indonesia Timur),” urainya.

Baca juga:  Pariwisata Maju Pesat, NAM Air Tambah Frekuensi Penerbangan Jakarta-Banyuwangi

Rangkaian acaranya pun diset penuh petualangan. Dari mulai perkemahan besar; bazaar hingga kampung komunitas, semua dipastikan ikut menyuguhkan aktivitas komunitas di bidang kegiatan alam bebas. Itu belum termasuk lomba Fun Orienteering, sepeda lintas alam Lembah Sangiran, Fun Trekking Lembah Sangiran, Slackline hingga Para Motor di Lembah Sangiran, semua siap menyapa. Khusus Para Motor, jadwalnya masih tentative.

“Ada juga Musik Lembah Sangiran, workshop pelatihan video traveling dengan smartphone, Basic Survival skills, Snake handler, Experiential Learning); pemandu gunung, pemandu ngarai (canyoning); arkeologi; kegiatan wisata, dan aksi sosial,” tambahnya.

Semua kegiatannya diset sangat menarik. Dan petualangannya akan menyusuri jejak jejak pra-sejarah pada masa Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis dan kegiatan perkemahan di titik ditemukannya fosil Meganthropus.

“Kami akan menggratiskan 50 pendaftar pertama. Syaratnya harus mendaftar melalui WhatsApp (WA) dan mendapatkan kode unik regiristasi FPN. Target peserta FPN tahun 2017 ini adalah sebanyak 800 orang dari pelosok negeri dan luar negeri, dengan beragam latar belakang,” ucapnya.

Lantaran membidik banyak wisatawan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun ikutan nimbrung mendukung acara ini. Kebetulan, destinasi yang dipilih sangat pas. Sangiran. Ini adalah World Herritage C593 yang sudah diakui sebagai warisan dunia. Penyumbang lebih dari 50 persen fosil zaman pra-sejarah.

“Sangiran memang dikenal sebagai surga fosil. Berbagai jenis fosil hewan purba dan manusia purba banyak ditemukan di sana. Sejak zaman penjajahan Belanda, Sangiran sering didatangi pakar arkeologi, sejarah, antropologi, dan paleontologi dunia. Dua jempol untuk even ini,” kata Menpar Arief Yahya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.