Fogging
Seorang petugas melakukan proses fogging di posko pengungsi Lapangan Sutasoma, Sukawati, Jumat (20/10). (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Meningkatnya intensitas hujan, membuat jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten (Diskes) Gianyar meningkatkan kewaspadaannya terhadap Nyamuk Aedes Agypti penyebab Demam Berdarah (DB). Selain mengoptimakan pemeriksaan jentik, diskes juga memaksimalkan upaya fogging, seperti yang dilakukan di Posko Pengungsian Lapangan Sutasoma, Sukawati, Jumat (20/10).

Kadiskes Gianyar, Ida Ayu Cahyani mengatakan, Dinas Kesehatan memang terlebih dahulu melakukan pencegahan di kawasan posko pengungsi. Mengingat, kawasan pengungsian dengan penghuni ratusan orang ini rentan dengan penyebaran nyamuk.

Sementara untuk di Kabupaten Gianyar kasus DB terjadi cukup tinggi saat memasuki Februari 2016, sampai memakan sejumlah korban jiwa. Memasuki 2017 penderita DB belum mengalami kenaikan signifikan. “Tahun ini penderita DB belum naik siginifikan, “ tegasnya.

Cahyani menerangkan menurunnya penderita DB tahun ini didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Seperti pemeriksaan jentik yang rutin dilakukan secara berkala. “Intinya  masyarakat mulai sadar menjadi jumantik di rumah sendiri,” jelasnya.

Baca juga:  Tak Terdampak Erupsi Gunung Agung, Pengungsi dari 51 Desa Karangasem akan Dipulangkan

Diterangkan kasus DB bisa ditekan ketika jumlah jentik bisa nol. Sementara untuk membunuh nyamuk dewasa, pihaknya akan meningkatkan upaya fogging. Seperti yang dilakukan di Posko Pengungsian Sutasoma Kecamatan Sukawati, Jumat kemarin.

Cahyani tetap mengimbau supaya masyarakat selalu waspada. Dikatakan hal terpenting yang harus dilakukan adalah memperhatikan tempat-tempat yang berpotensi sebagai lokasi berkembangbiaknya nyamuk. “ Misal saat melihat botol atau kaleng bekas yang menampung air hujan, segera balikkan. Karena korelasi antara jumlah jentik dengan kasus sangat berpengaruh,” tandasnya. (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.