Pos pantau
Petugas pemantau Gunung Batur saat memantau aktifitas Gunung Batur melalui rekaman seismograf. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Aktifitas kegempaan Gunung Agung di Karangasem selama ini terekam hingga pos Pemantauan Gunung Batur, Kintamani. Terekamnya aktifitas kegempaan Gunung api yang kini berstatus awas hingga ke pos pantau Gunung Batur lantaran jarak antara kedua gunung tersebut cukup berdekatan.

Petugas Pengamat Gunung Api Batur, Marjani, Kamis (19/10) mengatakan, terekamnya beberapa aktifitas kegempaan Gunug Agung di Pos Pantau Gunung Batur dikarenakan jaraknya yang dekat. Alat sensor seismograf yang dipasang sangat sensitif sehingga mampu menangkap dan merekam beberapa kali aktifitas gempa. “Gunung Agung juga bisa terpantau dari sini,” terangnya.

Selain ikut memantau aktifitas Gunung Agung, pihaknya juga selama ini mematau terus aktifitas Gunung Batur. Dikatakan Marjani, sejauh ini aktifitas Gunung Batur masih terpantau normal atau berada di level 1. Belum ada tanda-tanda kenaikan aktifitas vulkanik yang terekam pada alat seisograf seperti halnya yang terjadi di Gunung Agung. Dia mengatakan pemantauan Gunung Batur selama ini dilakukannya rutin setiap hari. “24 jam kita pantau terus,” ujarnya.

Baca juga:  Guru dan Siswa Mengungsi, Sekolah Ini Terapkan Sistem Pembelajaran Online 

Sebelumnya, Koordinator Museum Geopark Batur Desak Andariyani saat ditemui belum lama ini sempat mengungkapkan bahwa gunung Agung dan Gunung Batur pernah mengalami beberapakali peningkatan aktifitas dalam waktu yang berdekatan. Contohnya saat Gunung Agung mengalami erupsi dahsyat pada tahun 1963, beberapa bulan kemudian Gunung Batur juga mengalami peningkatan aktifitas.

Karena itu meski Gunung Batur di Kintamani saat ini tidak ada menunjukan peningkatan aktifitas sebagaimana Gunung Agung di Karangasem, namun gunung yang berketinggian 1.717 meter tersebut harus tetap diwaspadai. “Karena berdasarkan catatan sejarah letusan gunung api yang ada, meningkatnya aktifitas Gunung Agung beberapa kali diikuti meningkatnya aktifitas Gunung Batur,” ungkap Andariyani belum lama ini. (dayu rina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.