Ilustrasi. (BP/wan)
DENPASAR, BALIPOST.com – Ekspor Provinsi Bali pada bulan Agustus 2017 adalah USD 43,07 juta. Angka ini mengindikasikan ekspor provinsi Bali mengalami kenaikan sebesar 4,77 persen dibandingkan bulan Juli 2017 yang hanya USD 41,11 juta. Jika dibandingkan pada Agustus 2016, ekspor Bali pada Agustus ini juga meningkat 5,99 persen. Nilai ekspor Bali pada Agustus 2016 adalah USD 40,66 juta.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho Agustus tahun ini lebih kuat dari Agustus tahun lalu. Dilihat secara akumulatif dari Januari hingga Agustus 2017, ekspor Bali mencapai USD 350,77 juta. Angka ini mengindikasikan kenaikan 7,88 persen dibandingkan akumulasi ekspor Provinsi Bali tahun 2016 yaitu USD 325,16 juta.

Peningkatan nilai ekspor dari bulan sebelumnya (month to month), dominan dipengaruhi oleh meningkatnya nilai ekspor tujuan Australia sebesar USD 1.108.101 atau naik sebesar 38,88 persen. Setelah Australia, negara lain yang juga menunjukan peningkatan adalah Brazil dan Belanda. Masing- masing sebesar USD 386.988 dan USD 356.129.

Dilihat dari sisi pangsa ekspor, sebagian besar ekspor pada Agustus 2017 ditujukan ke Amerika Serikat, Australia, Jepang, Singapura, dan Hongkong. Proporsinya masing–masing 30,35 persen, 9,19 persen, 7,36 persen, 7,06 persen, dan 4,67 persen.

Baca juga:  Buleleng Gelar Job Fair, Libatkan Puluhan Perusahaan dan 6.579 Lowongan

Jika dilihat dari jenis komoditas, peingkatan secara month to month dominan dipengaruhi oleh naiknya nilai ekspor produk perhiasan/Permata sebesar USD 1.633.696, produk perabot, penerangan rumah USD 869.342, produk pakaian jadi bukan rajutan USD 482.138, produk ikan dan udang USD 410.270 dan produk kayu, barang dari kayu USD 351.581.

Lima komoditas utama yang diekspor pada bulan Agustus 2017, yaitu produk ikan dan udang, produk perhiasan/permata, produk pakaian jadi bukan rajutan, produk kayu, barang dari kayu, dan produk perabot, penerangan rumah. Dari lima komoditas utama ekspor, bila dibandingkan bulan Juli 2017, seluruh komoditas tercatat mengalami peningkatan dengan persentase tertinggi sebesar 33,85 persen untuk komoditas perhiasan/permata.

Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016, tercatat dua komoditas mengalami penurunan yaitu produk ikan dan udang (-11,48 persen) dan benda-benda dari batu, gips, dan semen (-15,85 persen). (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.