Pengungsian
Anak-anak di bermain sepakbola di pengungsian di posko pengungsian di Desa Menanga, Rendang, Karangasem, Minggu (24/9). (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Tak pernah terbenak dipikiran anak-anak dari Banjar Kesimpar, Desa Besakih dihadapkan dengan situasi Gunung Agung yang sekarang ini. Mereka terpaksa menghabiskan keseharian mereka di pengungsian. Bahkan untuk mengisi hari-hari yang kurang mengenakkan itu dengan cara bermain bersama anak-anak yang seumuran.

Seperti yang dilakukan anak-anak di pengungsian posko pengungsian di UPT Pertanian, Desa Menanga, Rendang, Karangasem. Terlihat belasan anak-anak yang umurnya dibawah 15 tahun nampaknya sangat senang dan gembira ketika ada bola plastik di pengungsian. Bola tersebut dimanfaatkan untuk bermain sepakbola di halaman pengungsian. Selain bermain bola, ada juga sejumlah anak-anak bermain mobil-mobilan dan karat. Mereka terlihat sangat gembira tanpa pernah ada rasa khawatir yang berlabihan dengan kondisi Gunung agung yang sudah dinyatakan berstatus awas.

Baca juga:  BNI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Angga (10) asal Banjar Kesimpar, Desa Besakih mengatakan, dirinya bersama ibu, bapak dan kakaknya sudah sekitar 4 hari berada di pengungsian. Dia mengaku, tetap senang meski berada di pengungsian. Dirinya mengungsi setelah ada kuklul di banjarnya, supaya cepat meninggalkan Kesimpar. Dirinya mengakui hampir setiap hari bermain bola di pagi hari maupun di sore hari bersama rekan-rekan. “Setiap hari main bola dengan teman-teman,” aku Angga.

Hal senada juga diunggapkan Dewa (9). Dia mengakui selama dipengungsian dirinya tidak jenuh. Karena dipengungsian banyak anak-anak seusianya. Hanya saja dirinya lebih memilih bermain mobil-mobilan karena tidak bermain sepakbola. “Males main sepakbola capek. Kalau main mobil-mobilan lebih santai. Tidak lari-lari,” ucap anak yang berbadan kurus kering itu. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.