balai budaya
Sejumlah warga pengungsi Gunung Agung di Balai Budaya. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Sebanyak 184 orang pengungsi Gunung Agung mengungsi di Balai Budaya, Gianyar. Mereka berdatangan ke Lapangan Astina Gianyar Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 wita, hingga selanjutnya di arahkan ke ke Balai Budaya Gianyar.

Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan 184 orang pengungsi yang terdata di Balai Budaya Gianyar, terdiri dari 84 laki-laki dan 98 perempuan. Diantara jumlah iu juga ada 8 balita dan 13 lansia, selain itu juga tercatat seorang ibu hamil yang turut di evakuasi. “Awalnya mereka berkumpul di trotoar, setelah itu kami arahkan ke Balai Budaya, ” ucapnya.

Petugas telah mengarahkan logistik seperti kasur dan selimut ke Balai Budaya Gianyar. Hingga Sabtu pagi sejumlah pengungsi tersebut sudah mendapat sarapan. Dikatakan dominan para pengungsi ini berasal dari Kota Karangasem dan Desa Latah Kecamatan Rendang, Karangasem.

Kedatangan para pengungsi ini pun dipastikan telah membatalkan sejumlah kegiatan yang rencannya diselenggarakan di Balai Budaya Gianyar pada Sabtu hari ini. “Ini masalah kemanusiaan, beberapa kegiatan itu harus dimaklumi untuk dibatalkan. Sementara kalau penutupan porprov yang di Lapangan Astina tetap berlangsung, ” ucapnya.

Baca juga:  Hadapi Erupsi Gunung Agung, XL Axiata Siapkan Antisipasi Jaringan

Diakui saat ini penampungan pengungsi masih terpecah. Namun bila kedatangan pengungsi terus bertambah, pihaknya pun memastikan akan menyiapkan satu tempat pengungsian khusus. ” Kalau terpecah seperti ini memang nantinya BPBD bisa kewalahan, makanya kalau terus bertambah akan kita siapkan satu tempat khusus, ” katanya.

Namun sampai saat ini para pengungsi masih dibiarkan di masing masing keluarga. “Kalau ada 10 orang di family biarkan di family kalau ada kekurangan tempat jadi penanganan kita, ” ujarnya.

Sementara hingga Sabtu pagi, sejumlah pengungsi dari Balai Budaya Gianyar ada yang kembali ke Karangasem. Alasannya mereka hendak mengecek keluarga yang lain serta hewan ternak yang ditinggalkan. “Kemarin malam kami panik, jadi tidak sempat bawa apa, sekarang mau cek dulu, nanti balik lagi kesini, ” ucap Wayan Latig seorang pengungsi asal Desa Muncan.

Sementara pengungsi lainya Wayan widana, asal karangasem kota mengatakan setelah dari Balai Budaya memilih untuk mengunhsi ke rumah keluarga yang ada di Denpasar. ” Saya membawa 14 orang keluarga, sekarang mau ke Denpasar ada keluarga yang akan menampung disana, ” ucapnya. (Manik Astajaya/ Bali Post)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.