pengungsi
Warga Karangasem yang mengungsi tidur di tempat pengungsian Banjar Kreteg, Desa Sibetan. Sejumlah warga Karangasem selain mengungsi ke lokasi yang jauh dari Gunung Agung juga mengungsi ke Bangli. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Kabupaten Bangli tidak ditunjuk menjadi tempat penampung pengungsi Gunung Aggung. Meski demikian Pemkab Bangli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap menyiapkan sejumlah lokasi yang aman untuk pengungsi.

Data dari BPBD Bangli, jumlah pengungsi yang ada di Bangli sudah mencapai seratusan. Mereka melakukan pengungsian mandiri. Asalnya dari Dusun Bunga, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Sedangkan desa yang didatangi para pengungsi yakni Dusun Pulasari Kaja, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku dengan jumlah pengungsi sekitar 30 kk (100 jiwa). Dikatakan Kepala Desa Peninjoan, Dewa Putu Tagel, kedatangan mereka secara bertahap sejak pagi.

Para pengungsi juga ada yang tinggal di rumah kerabatnya di Dusun Puraja, Desa Penijoan sebanyak 5 kk dan selebihnya ditempatkan di Wantilan Pura Pedharman Dalem Taruk di Dusun Pulasari. Untuk logistik sementara waktu msh tertangani karena mereka membawa dari rumahnya masing-masing.

Baca juga:  Karena ini, WN Australia Dilarang Masuk Bali

Sementara itu terkait lokasi pengungsian, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Wayan Karmawan, Kamis (21/9), menyebutkan tempat-tempat aman yang sementara akan disiapkan untuk lokasi pengungsian diantaranya di Lapangan Kubu di Kelurahan Kubu dan Lapangan Desa Kayubihi untuk wilayah kota Bangli serta Lapangan Bayung Gede untuk wilayah Kecamatan Kintamani. Pihaknya juga melakukan penjajakan gedung milik pemerintah/balai serba guna masyarakat untuk bisa dimanfaatkan.

Kendati menyiapkan beberapa tempat pengungsian, pihaknya tetap berharap warga yang terkena dampak bencana Gunung Agung bisa tinggal sementara di rumah saudara maupun kerabat terdekat. “Saran kita, ada baiknya bagi yang punya keluarga di Bangli agar sekiranya bisa menampung keluarganya dari Karangasem, dengan tetap melakukan koordinasi dengan aparat. Tenda itu adalah pilihan terakhir karena faktor kenyamanan dan kesehatan pengungsi,” jelasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.