Pemkab Klungkung telah melakukan rapat koordinasi terkait status gunung agung yang telah masuk level siaga, Selasa (19/9). (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pemkab Klungkung telah melakukan rapat koordinasi terkait status gunung agung yang telah masuk level siaga, Selasa (19/9). Rapat dipimpin langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Untuk pengungsian, Pemkab telah mempersiapkan dua lokasi utama, yakni lapangan Puputan Klungkung dan GOR. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, tempat ini nantinya tak hanya untuk pengungsi dari Klungkung, namun juga Karangasem.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga diminta mempersiapkan tempat-tempat pengusian di masing-masing wilayah. Terkait langkah mengungsikan warga yang bermukim di bantaran Tukad Unda belum dilaksanakan. “Jika sudah ada tanda-tanda gunung akan erupsi, baru kita akan mengungsikan warga,” ujarnya.

pada Senin (18/9), BPBD Klungkung sudah mendata jumlah warga dan pemetaan daerah yang berpotensi terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada menjelaskan sesuai sejarah, letusan Gunung Agung tak hanya berdampak pada wilayah Kabupaten Karangasem. Tetapi aliran lahar, hujan abu vulkanik maupun lainnya juga menyasar sejumlah wilayah Klungkung.

Salah satunya yang rawan, yakni Tukad Unda. Hal ini pun masuk dalam peta rawan bencana letusan Gunung Agung yang disusun Bappeda Provinsi Bali bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Unud. “Aliran sungai Unda tergolong daerah rawan terlanda aliran lahar, banjir dan kemungkinan dapat terlanda awan panas dan longsoran, runtuhan tebing jika Gunung Agung meletus,” bebernya.

Baca juga:  Alokasi APBN untuk Gunung Agung Bila Berstatus Bencana Alam Nasional

Atas dasar itu, dilakukan rekapitulasi jumlah penduduk yang bermukim pada desa maupun kelurahan yang dilalui sungai dengan aliran air cukup deras itu. Rinciannya, Desa Selat 4.889 jiwa, Desa Tegak 4.517 jiwa, Desa Akah 5.558 jiwa, Kelurahan Semarapura Kangin 4.655 jiwa, Kelurahan Semarapura Klod Kangin 7.450 jiwa, Desa Kamasan 4.294 jiwa, Desa Gelgel 5.292 jiwa, Dusun Gerombong, Desa Sulang 474 jiwa. Selain itu, Desa Sampalan Kelod 3.287 jiwa,Desa Gunaksa 6.107 jiwa, Desa Tangkas 3.275 jiwa, Desa Jumpai 1.998 jiwa, Desa Kusamba 124 KK. “Yang masuk (potensi terdampak-red) dalam peta ada 13 Desa dan Kelurahan dengan jumlah penduduk kurang Lebih 52.000 jiwa. Pendataan ini untuk memastikan pula jumlah distribusi bantuan maupun evakuasi saat terjadi bencana,” jelas Widiada. (Sosiawan/balipost)

Baca selengkapnya perkembangan seputar Gunung Agung di Harian Bali Post

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.