danau
Kondisi dermaga penyebrangan di Desa Kedisan Kintamani. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli berencana akan merevitalisasi sejumlah dermaga penyeberangan yang ada di Danau Batur. Rencananya, dermaga yang sebagian besar kondisinya terendam luapan air danau akan dibangun dengan ponton agar bisa menyesuaikan pasang surut air danau.

Tak hanya itu, untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan saat melakukan penyebrangan, Pemkab Bangli juga bakal mengoperasikan satu unit kapal ferry bantuan Kementerian Perhubungan.

Adanya rencana perevitalisasian dermaga dan pengoperasian kapal ferry di Danau Batur diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Ida Bagus Giri Putra Minggu (17/9). Giri Putra mengatakan, sejauh ini Pemkab Bangli telah membuat desain dermaga yang akan dibangun. Sesuai rancangan, dermaga di Danau Batur yang kini kondisinya terendam air danau, rencananya akan dibangun dengan ponton sehingga mengapung. Hal itu dilakukan agar keberadaan dermaga nantinya bisa mengikuti pasang surut air danau. “Kalau airnya pasang, dermaga akan ikut naik. Kalau surut, dermaga juga akan ikut turun. Jadi tidak sampai tenggelam seperti sekarang,” terangnya.

Tak hanya itu, Giri Putra juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bangli kini tengah menggarap kajian pembangunan dermaga penyebrangan baru di Desa Songan. Penambahan dermaga tersebut dimaksudkan agar tujuan penyebrangan wisatawan di Danau Batur nantinya bisa lebih bervariasi. Terlebih di Desa Songan kini tengah dibangun sebuah patung Dewi Danu yang diyakini akan mampu menambah minat wisatawan berkunjung ke Danau Batur.

Baca juga:  Direvitalisasi, Tiga Pasar Tradisional di Buleleng Disediakan Rp 4,6 Miliar

Dikatakan juga oleh Giri Putra bahwa untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan saat menyebrang, pihaknya juga akan mengoperasionalkan satu unit kapal fery. Kapal tersebut rencananya akan diberikan Kementerian Perhubungan untuk Pemkab Bangli. “Kapal fery itu juga dioperasionalkan untuk patroli,” ujarnya.

Selain melakukan perevitalisasian dermaga dan pengoperasionalan kapal fery, pihaknya juga akan berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya ke Desa Terunyan dengan mengkemas desa tua tersebut sebagai desa tradisional berwawasan wisata. Salah satu caranya yakni dengan memberdayakan masyarakat setempat. “Kedepan kalau kunjungan wisatawan bisa terus meningkat, kami juga akan buatkan sentral parkir,” terangnya. (dayu rina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.