bondet
Perampok yang terluka akibat bondet dirawat di RSUD Genteng, Banyuwangi, Rabu (13/9). (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Kawanan perampok yang beraksi di Dusun/Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (13/9) dini hari, benar-benar kena batunya. Satu pelaku terluka parah setelah terkena ledakan bondet (bom rakitan) yang dilemparkan ke arah warga.

Perampok nahas itu Abdul Aziz (41) asal Arjasa, Jember. Pelaku mengalami luka serius di tangan dan wajah. Kini dirawat di RSUD Genteng, Banyuwangi.

Peristiwa ini bermula ketika pelaku bersama keempat temannya, Entri Wahyono (36), warga Desa Sumberberas, Muncar, Eko Febriyanto (27) asal Tanggul, Jember dan Misnat (41), asal Desa Rembem, Bondowoso. Satu pelaku lagi berhasil kabur. Sekitar pukul 02.30 WIB, para pelaku masuk ke rumah korban, Selamet Rohaini (35), warga Dusun/Desa Kepundungan, Kecamatan Srono. Pelaku berhasil masuk setelah mencongkel jendela belakang.

Begitu masuk, pelaku menyekap penghuni rumah, Cece Widiyah. Korban curiga mendengar suara gaduh. Begitu keluar kamar, lima pelaku sudah di ruang tamu. Korban disekap menggunakan tali rafia dan dikalungi celurit. Lalu dipaksa menunjukkan hartanya. Mendengar korban berteriak, ayah korban, Selamet Rohaini berusaha keluar kamar. Namun, dilarang oleh korban. Pria ini memilih menghubungi tetangganya, Mujiati. Wanita ini meneruskan kejadian ini ke warga sekitar.

Baca juga:  Perampok Ancam Korban Pakai Pistol Mainan

Kebetulan, malam itu ada pertunjukan janger tak jauh dari lokasi. Mendapat laporan ada perampok, belasan warga merangsek mendekat ke rumah korban yang membuka toko sembako tersebut. Rupanya pelaku menyadari kehadiran warga. Pelaku berusaha kabur. Satu pelaku, Abdul Aziz melemparkan bondet ke arah warga. Nahas, bom tangan itu justru meledak duluan. Pria ini langsung ambruk berismbah darah. Wajahnya terluka parah. Sedangkan empat pelaku lain memilih kabur.

Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak. Hanya dalam hitungan jam, tiga pelaku berhasil diringkus. Dua pelaku, Eko dan Entri Wahyono terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan.

Para pelaku kabur menggunakan mobil Daihatsu Terios Hitam bernopol P 1260 RN. Dari tangan pelaku disita sebilah celurit, pisau, tali rafia dan sebuah kerudung motif bunga.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi membenarkan kejadian tersebut. Perwira ini menjelaskan masih mengembangkan penyelidikan kejadian ini. “Kita masih kembangkan terus, terutama jumlah pelaku. Apakah hanya empat orang atau lebih,” jelasnya.

Sementara, pelaku yang terluka parah dirawat di RSUD Genteng. Kondisinya cukup miris. Tangan dan wajahnya terluka parah terkena ledakan bondet. (budi wiriyanto/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.