Kolam
Panyengker kolam renang Lila Arsana di Jalan Gunung Rinjani, Kelurahan Semarapura Kangin yang dikelola Pemkab Klungkung roboh, Rabu (9/8) dini hari hingga puluhan meter. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Panyengker kolam renang Lila Arsana di Jalan Gunung Rinjani, Kelurahan Semarapura Kangin yang dikelola Pemkab Klungkung roboh, Rabu (9/8) dini hari hingga puluhan meter. Hal tersebut diduga akibat usianya yang sudah tua. Atas kondisi itu, kolam yang dijadikan tempat latihan para atlet ini ditutup sementara.

Berdasarkan pantauan, panyengker yang roboh berada disisi utara, dengan panjang sekitar 30 meter dan tinggi 2 meter. Seluruh materialnya mengarah ke dalam dan menimpa dua palinggih berupa padmasana yang berlokasi di pojok timur laut hingga mengalami kerusakan.

Sementara untuk penyawangan Puri Agung Klungkung tetap nampak utuh. Padahal, usinya disebut-sebut sudah cukup tua. Atas kejadian itu, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Klungkung langsung memindahkan material yang berserakan. Kolam pun ditutup sementara.

Penjaga kolam, Komang Sumadana menuturkan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 00.30 Wita, saat dirinya berada di kamar. Itu diawali dengan suara gemuruh. “Tadinya ada suara gemuruh, setelah saya lihat ternyata temboknya sudah roboh,” ujarnya.

Selain usianya yang sudah tua, robohnya tembok berbahan batako dan bata itu diduga akibat tekanan akar pohon yang ada ditelajakan. “Katanya usia tembok ini sudah tua. Mungkin itu jadi penyebab, ditambah tekanan akar pohon,” terangnya.

Baca juga:  Menjaga Stabilitas Nasional

Kolam tersebut, sambung dia selama ini dikelola pemkab. Itu sering dijadikan tempat renang oleh siswa sekolah di lingkungan kota semarapura maupun atlet.

Sementara itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengungkapkan penanganan panyengker itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum. Itu tak hanya berupa pembersihan puing, tetapi juga jangka panjang. “Ini harus segera dibuatkan perencanaan,” ujarnya saat meninjau langsung didampingi Wabup I Made Kasta Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra.

Sesuai historis, lokasi kolam dengan panjang 20 meter ini pernah menjadi tempat pemandian raja-raja Klungkung. Sementara untuk gapuranya yang masih berdiri kokoh telah dibangun pada 1930 silam. “Dari itu, kami ingin mengembalikan lagi layaknya semula. Kami akan komunikasikan dengan puri. Apakah ada foto-fotonya zaman dulu,” ungkapnya.

Jika itu terealisasi, akan bisa dijadikan pendukung objek wisata Kerta Gosa yang masuk sebagai tujuan city tour. “Kalau ini sudah ditata seperti dulu, bisa dijadikan bagian city tour,” tandas bupati Suwirta. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.