gedung
Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa emosi ketika mengecek atap gedung dewan sisi timur yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah hancur dan jebol. (BP/kmb)

NEGARA, BALIPOST.com – Proyek pengembangan gedung DPRD Jembrana di bagian sisi timur yang baru penyerahan tahap pertama bagian atap atau plaponnya rusak dan jebol. Kondisi ini membuat Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa kecewa dan marah-marah, Senin (7/8).

Sambil memeriksa bagian atap yang jebol, Sugiasa meminta Sekwan Jembrana Made Sudantra memanggil petugas Dinas PU yang menangani.

Dari pengamatan, atap gedung yang jebol di bagian plapon di depan sejumlah kamar mandi di bagian sisi timur gedung dewan. Demikian juga di beberapa bagian di bagian atas seperti di ruangan ketua DPRD, ruangan umum dan beberapa tempat lainnya.

“Sejak awal kami ingatkan agar pekerjaannya yang benar dan segera diperbaiki jika ada yang rusak. Ini sudah diperbaiki malah tambah jebol, jadi pusat kerusakannya atau masalahnya dulu dibenahi, jangan sekedar saja diservice, berapa kali diperbaiki ya tetap saja akan jebol,” kata Sugiasa.

Kepada Petugas Dinas PU Ketut Antara, Sugiasa meminta agar hal ini diperhatikan dengan serius dan segera minta pihak rekanan melakukan perbaikan. “Jika jaminan masih, jangan dikeluarkan dulu jaminannya. Saya rekomendasi ini, jika tidak mau diperbaiki, kami yang perbaiki. Sejak awal sudah kami minta diperhatikan hal ini, karena sudah tidak becus,” tandas Dewan asal Dauh Waru ini.

Baca juga:  Ubud akan Dikunjungi Delegasi IMF-WB, Infrastrukturnya Masih Banyak Rusak

Sugiasa juga mengaku kecewa karena rekanan seperti bekerja asal-asalan, sementara pihaknya sebagai pengawas tidak bisa mengawasi diri sendiri dan kecolongan.

Sekwan Jembrana Made Sudantra mengatakan kerusakan atap di gedung sisi timur itu sudah sejak tiga minggu lalu. Bahkan dirinya nyaris tertimpa atap bangunan itu. Pihaknya juga menyayangkan adanya tender pekerjaan dengan penawaran yang jauh lebih rendah dari pagu/plafon anggaran yang dihitung oleh pemerintah berdasarkan perhitungan harga satuan milik pemerintah. Sugiasa berharap ke depan ada pembenahan dalam perencanaan, tender dan pengerjaan proyek agar sesuai kualitas.

“Jadi ke depan ini perlu diawasi ketat agar pelaksana/pemenang tender tidak mencuri spek pekerjaan. Jangan sampai kualitasnya jelek. Pekerjaan tanpa memperhitungkan hasil, apalagi nyilem,” tandasnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.