DENPASAR, BALIPOST.com – Memenuhi selera penikmat musik adalah salah satu langkah alternatif agar karya musik bisa diterima oleh semua kalangan. Hal inilah yang dilakukan Sunk In The Sea band dalam berkarya untuk menarik semua kalangan penikmat musik di Bali.

Mengusung genre alternative rock, band yang terbentuk sejak 14 Desember 2013 ini menggabungkan beberapa genre musik di dalamnya. Seperti, genre influence A Day To Remember, ColdPlay, The All American Reject, Green Day, Blink 182, One Ok Rock dan menggabungkan unsur musik Modern Rock, Pop yang kental, sedikit sentuhan Pop Punk dan beberapa breakdown Metalcore. “Konsep awal mereka membuat band selain demi menyalurkan hobi, mereka ingin membuat musik yang mudah di dengar oleh masyarakat luas dan mengikuti selera pendengar tanpa menghilangkan ciri khas bermusik mereka,” ujar sang manager Sunk In The Sea, Agung Satya.

Terbentunya band ini merupakan sebuah kesepakatan antara Reza (vocal) dan Cokka (drum) disebuah cafe, dan bergabunglah Cokwi (bass) dan Po (guitar). Sempat beberapa kali gonta-ganti personil, hingga akhirnya berakhir di formasi awal lagi. Panggung demi panggung mulai di rambah oleh Sunk In The Sea, dari yang awalnya hanya sebatas bazaar dan pensi di sekolah sendiri demi menambah jam terbang, lalu mulai ke panggung-panggung besar sekelas Soundrenaline 2016, Granat, Sounsations, dan banyak lainnya.

Baca juga:  The Indonesian Keroncong Center Tampil di PKB Ke-40

Selama berkarir, mereka sudah mengeluarkan 5 single yaitu Far To Hold, I Met Her At The Rockshow, Few Steps Away, Burry, dan Fuck That Girl yang bisa secara gratis di unduh di Soundclod. Saat ini mereka juga sedang menggarap debut albumnya. “Mereka menciptakan lagu-lagu yang emosinya bervariasi. Lirik-lirik yang ditulis mereka pun tidak jauh-jauh dari kegelisahan sehari-hari yang ringan dan bahasanya mudah dipahami,” imbuhnya.

Dengan albumnya nanti, Sunk In The Sea berharap bisa menjadi batu loncatan mereka untuk mulai masuk ke industri musik Indonesia maupun Internasional dan dapat menyuguhkan lagu-lagu yang bisa dinikmati semua kalangan di berbagai macam kondisi hati. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.