Irwan Hidayat saat berbicara di seminar tentang obat herbal di Universitas Udayana. (Unud). (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Saat ini obat-obatan herbal atau yang lebih dikenal dengan istilah jamu makin populer. Untuk itu, perlu adanya penelitian yang lebih intensif terkait manfaat jamu.

Menurut Direktur PT. Sido Muncul, Irwan Hidayat, jamu perlu dipopulerkan melakukan saintifikasi sehingga khasiat jamu terbukti secara ilmiah. Ia mengutarakan Sido Muncul juga telah melakukan penelitian bekerjasama dengan universitas dan akademisi untuk membuktikan khasiat jamu. “Kami melakukan penelitian untuk memperoleh khasiat dari obat-obatan yang berasal dari bahan alami. Salah satunya pembengkakan prostat,” jelasnya.

Ia menambahkan pihaknya mempertimbangkan untuk memperkenalkan obat-obatan herbal dengan menonjolkan khasiat yang terkandung dalam bahan-bahan alami. “Bisa menjadi obat kalau tidak bisa dijadikan pendamping obat-obatan kimia,” sebutnya.

Ditambahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan Universitas Udayana (Unud), khususnya Fakultas Kedokteran, untuk melakukan penelitian terkait bahan-bahan alami. Ia juga membuka diri jika ada mahasiswa farmasi dari Unud yang ingin magang di perusahaannya. “Kami memiliki pengalaman, dan akademisi bisa membantu dalam hal penelitian sehingga khasiat jamu bisa teruji secara ilmiah,” papar Irwan.

Baca juga:  Sido Muncul dan Hotel Tentrem Sumbang Rp 500 Juta untuk Nelayan

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT(K), M.kes., mengatakan jamu memang sudah ada sejak dulu. Ia mengakui jamu ini merupakan hal yang baik. “Jamu ini baik, tapi harus diteliti lebih lanjut. Secara ilmiah harus bisa dibuktikan,” katanya.

Guna menyosialisasikan penggunaan, pengembangan, dan pemanfaatan obat herbal di bidang kesehatan serta pentingnya herbal sebagai peningkat daya tahan tubuh, Sido Muncul menggelar kegiatan seminar di Universitas Udayana (Unud). Tema yang diambil “Manfaat Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat.”

Selain Irwan Hidayat, pembicara dalam seminar yang diikuti 300 peserta itu adalah Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc. Ph. D, Sp.Park, Ondri Dwi Sampurno, M.Si, Apt., Dr. dr. Ina Rosalina, Sp. A(K), MKes, MHes, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp. PD-KR (k), Dr. dr. Made Jawi, M.Kes, dan Prof. Dr. dr. IPG Adiatmika, M.Kes. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.