danau
Kondisi air di Danau Batur yang warnya berubah menjadi hijau lumut ke kuning-kuningan setelah tercemar semburan belerang sejak beberapa hari lalu.(BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Semburan belerang di perairan Danau Batur, Kintamani, Bangli kembali terjadi. Semburan baru kali ini terlihat di air danau di seputaran Desa Buahan sampai Dermaga Kedisan saja. Kembali munculnya serangan belarang itu mengakibatkan petani keramba khawatir ikannya akan mati.

Kasat Polair Polres Bangli AKP I Made Reda, Kamis (13/7), membenarkan jika kembali terjadi semburan belarang di Danau Batur. Kata dia, adanya informasi semburan belarang tersebut, Rabu sekitar pukul 16.00 Wita. Pihaknya bersama petugas lainnya memang melakukan patroli di seputaran Danau Batur untuk melihat kondisi air danau pasca semburan belerang sejak Rabu.

Kata dia, semburan belarang baru terlihat di air danau yang ada di seputaran Buahan sampai dermaga Kedisan. Sedangkan, air danau yang lainnya masih belum tercemar semburan belerang tersebut. “Semburan belerang baru terlihat dari Desa Buahan sampai Dermaga Kedisan. Saya lihat air di Danau Batur di seputaran Desa Buahan sudah berubah warna menjadi hijau lumut. Sementara di  Songan masih belum tercemar semburan belerang,” ucap AKP I Made Reda.

AKP Reda menambahkan, diseputaran air danau yang terkena semburan belarang tersebut, memang terdapat sejumlah keramba ikan milik warga setempat. Hanya saja, pihaknya belum menerima laporan kalau ada ikan yang mati akibat semburan belerang tersebut.

“Sejauh ini kita belum dapat informasi kalau ikan-ikan warga yang ada di keramba mati. Besok (hari ini red) kita kembali akan turun untuk melakukan pemantaun air danau untuk mengetahui apakah ada ikan yang sampai mati akibat semburan belarang ini atau tidak.  Mudah-mudahan tidak sampai ada ikan di keramba warga mati seperti sebelumnya,” kata AKP Reda.

Baca juga:  Bhakti Penyucian di Danau Batur Digelar 7 November

Sementara itu, Petani ikan di Desa Buahan, Kintamani, Made Antara mengatakan, semburan belerang di dasar Danau Batur terjadi sejak Rabu siang. Munculnya semburan belerang itu ditandai dengan perubahan warga air danau menjadi hijau kelumutan yang mengarah ke kuning-kuningan.

Kata dia, sejak muncul belerang pemilik keramba tidak berani melihat ikannya ke danau. Karena jika dipaksanakan melihat atau member pakan, ditakutkan ikan stress dan banyak mati. haan ysaja semburan belerang yang terjadi saat ini kondisinya belum terlalu parah.

Ikan-ikan liar sudah mulai bermunculan ke permukaan danau. Kalau kondisi di keramba kami belum tahu karena tidak ada petani berani melihat ikannya di keramba. Kalau cuaca ekstrem terus berlanjut dipastikan besok (Jumat, red) ikan-ikan banyak yang mati.

Pria yang juga sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangli ini menambahkan, kembali munculnya semburan belarang lantaran akibat pengaruh cuaca yang ekstreem disertai kabut yang terjadi sejak sejak beberapa hari belakangan ini. Bahkan, suhu air saat mencapai 17 derajat celcius di permukaan danau. “Kalau cuaca tetap dingin semburan belerang akan terjadi dalam waktu yang lama. sedangkan jika cuaca dingin dan kabutnya hilang, belerang akan lebih cepat hilang,” pintanya.

Lanjut dikatakannya, atas peristiwa ini, dirinya serta beberapa pemilik keramba sudah melakukan panen ikannya lebih awal. Meski begitu, diakuinya masih ada beberapa petani yang sampai saat ini belum pelakukan panen. “Harga ikan juga cukup murah yakni Rp 23 ribu per kilogram dari harga normal Rp 26 ribu per kilogram. Ketimbang rugi besar, lebih baik saya panen lebih awal,” tegas Made Antara. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.