Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Modernisasi adalah sebuah keniscayaan. Semua manusia akan hidup dan tergerus dalam pengerakan zaman. Dan dalam logika ini, manusia Bali tentu tak bisa lepas dari kodrat tersebut.

Namun, menurut Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, asumsi ini jangan membuat manusia Bali menyerah. Sebagai manusia Bali, harus ada komitmen bahwa dengan kuatnya peradaban etika dan budaya yang ada, manusia Bali harus bisa hidup dalam berbagai zaman.

Untuk mengawal komitmen inilah manusia Bali harus tetap menjaga identitas dirinya. Manusia Bali juga harus kreatif sehingga tak menjadi korban moderinisasi dan termaginalkan dalam perkembangan zaman. “Saya berharap ke depan ada pengayoman yang jelas, terukur dan riil dalam menjamin manusia Bali bisa bertahan sepanjang zaman. Untuk itulah, Bali perlu pemimpin yang paham dengan manusia Bali dan tradisinya dan punya strategi mengawal hak-hak tradisional manusia Bali,” ujar Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, ketika menerima tim Kelompok Media Bali Post di ruang kerjanya, Kamis (13/7).

Rektor yang bersahaja ini mengatakan Pilgub Bali sebagai salah ruang politik, tentu harus dikawal bersama. “Ini harus kita lakukan mengingat peran pemimpin terhadap tercapainya berbagai tujuan pembangunan Bali juga tergantung pada karakter pemimpinnya. Saya hanya berharap pemimpin bali ke depan kreatif membangun kecerdasan manusia Bali. Komitmen dan adanya keselarasan anatar pikiran, perkataan dan perbuatan patut menjadi pertimbangan utama,” jelasnya.

Baca juga:  Ini, Pesan Kapolda Kepada Paslon Gubernur Bali

Untuk itu, ia berharap dalam kontekas ini ada keselarasan antara hak-hak partai politik dan politisinya dengan hak rakyat Balai selaku pemilih. Ia mengaku tidak tertarik mendikotomikan calon pemimpin Bali dari politisi atau bukan. Namun, pemimpin Bali harus memberikan garansi pembangunan manusia Bali harus menjadi program strategis dan prioritas. “Saya melihat pembangunan fisik di Bali untuk menopang pariwisata Bali sudah optimal bahkan cenderung over. Ke depan mari bangun SDM krama Bali,” sarannya.

Ia mengajak rakyat Bali harus cerdas dan mempertimbangkan berbagai aspek dalam memilih pemimpinnya ke depan. “Rakyat Bali tak boleh lagi terjebak propaganda, namun harus merujuk program kerja yang ditawarkan calon pemimpin Bali. Konsistensi dan kemamapuan calaon pemmpin mengayomi hak-hak tradisi masyarakat Bali dan menjamin kebertahanan krama Bali sepanjang jaman. Pemimpin dengan komitmen yang jelas terhadap pengawalan Bali tentu layak kita beri apresiasi,” ujarnya.

Prof. Arya Sugiartha mengatakan penguatan identitas manusia Bali sangatlah diperlukan. Keunikan yang dimiliki Bali seperti tradisi, budaya dan adat istiadat perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Sebab pada era postmodern, keunikan budaya sebagai identitas bangsa merupakan barang langka. “Kekayaan budaya yang kita miliki inilah yang bisa ‘berkicau’ menghadapi persaingan global. Ini yang harus diperhatikan ke depan,” ujar rektor asal Tabanan ini. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.