Pj. Gubernur Bali, S.M Mahendra Jaya saat menerima audiensi General Manager Witel Denpasar - PT. Telkom Indonesia Bali, Ismono Adi Jatmiko dan rombongan, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kamis, (26/10). (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mewujudkan Bali yang seimbang, cerdas, sejahtera, bebas dari kemiskinan dan stunting, sekaligus Bali yang tertata tidak mampu dikerjakan sendiri tanpa sinergitas pihak lain. Dibutuhkan zinergitas antara pemerintah dengan pihak swasta, BUMN, BUMD dan masyarakat yang menjadi kekuatan nyata untuk dapat mewujudkannya.

“Saya ditugaskan oleh pusat untuk membangun Bali beberapa bulan ke depan. Sehingga sudah menjadi kewajiban saya untuk bekerjasama dengan banyak pihak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali, terutama menyentuh kemiskinan dan stunting, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa semua makhluk yang hidup diatas bumi berhak untuk hidup layak dan sejahtera. Dan kita pemerintah wajib hadir di tengah mereka, termasuk hadir sebagai penyedia layanan informasi dan jaringan yang bermanfaat untuk mempermudah teknologi informasi, sehingga tumbuh generasi yang cerdas dan berkualitas sekaligus siap bersaing menggenggam dunia,” tegas Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, S.M Mahendra Jaya saat menerima audiensi dari General Manager Witel Denpasar – PT. Telkom Indonesia Bali, Ismono Adi Jatmiko dan rombongan, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kamis, (26/10).

Baca juga:  Oleng, Mobil Terguling ke Kuburan

Lebih lanjut, Mahendra Jaya mengajak PT. Telkom Indonesia Bali untuk bersama-sama “ngrombo” bersinergi membangun Bali. Terutama dalam bidang pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem, yang hingga saat ini masih bertengger di angka 0,54%. “Tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Bali memang tergolong paling rendah di Indonesia, tetapi alangkah lebih baik jika Bali mampu menghapus angka kemiskinan, kemiskinan ekstrem dan stunting. Karena negara wajib hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, termasuk hadir dalam penyelenggaraan sarana publik. Kita sentuh kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem dan stunting melalui kerja nyata dan tepat sasaran, sehingga mereka tidak pernah berjuang sendirian. Mereka berhak atas perlindungan dan penanganan sosial, karena kesejahteraan sosial adalah milik semua warga negara Indonesia, tanpa terkecuali,” tandasnya.

Baca juga:  Cakupan JKN Denpasar Hampir 100 Persen

Selain terkait kemiskinan dan stunting, Mahendra Jaya juga mengajak PT. Telkom Indonesia Bali untuk turut serta menyalurkan CSR yang diperuntukkan bagi penataan lapangan Niti Mandala Renon, sehingga menjadi areal publik yang inklusif dan bermanfaat bagi banyak komponen masyarakat.

Ismono Adi Jatmiko selaku General Manager Witel Denpasar PT. Telkom Indonesia Bali yang didampingi oleh Senior Account Manager Witel Denpasar PT. Telkom Indonesia Bali, I Gusti Ayu Agung Nitya dan Sales Engineer Aszanil Aflah mengatakan pihaknya siap mendukung program pengentasan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Bali.

Baca juga:  Antisipasi Banjir, Masyarakat Jangan Buang Sampah ke Selokan dan Sungai

Pihaknya juga menjelaskan bahwa teknologi informasi di wilayah Bali sudah didukung oleh jaringan fiber optik yang bertujuan untuk mempermudah seluruh masyarakat Bali termasuk warga Nusa Penida mengakses informasi dunia melalui ketersediaan jaringan internet. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *