Foto dokumen - Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya saat diwawancara seusai mengikuti Rapat Paripurna ke-10 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024, Rabu (19/6). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 18 korban kebakaran gudang elpiji di Jalan Cargo Taman I, Umasari, Ubung Kaja, Denpasar telah dinyatakan meninggal dunia. Atas kejadian ini, Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya mengaku prihatin dan mendesak penanganan kasus ini hingga tuntas.

“Kasusnya kan ditangani Polda, tentu yang pertama kali kita sangat prihatin sampai ada korban 18 orang meninggal,” ujar Mahendra Jaya, Senin (24/6).

Baca juga:  Angka Kemiskinan Hanya 3,6 Persen, Bali Hadapi Tantangan Baru Bernama Corona

Mahendra Jaya berharap agar Kepolisian Daerah (Polda) Bali dapat mengusut tuntas akar penyebab dari kebakaran ini. Dan pihak yang bersalah harus bertanggung jawab dihadapan hukum.

Untuk mencegah kejadian serupa, Mahendra Jaya mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk tim terpadu yang terdiri dari berbagai unsur terkait untuk melakukan pengawasan terhadap gudang-gudang gas yang ada. “Kita juga sudah membentuk tim terpadu gabungan ada dari unsur satpol pp, ada dari dinas energi, juga ada, tentu tidak lepas ikut serta dari Polda,” katanya.

Baca juga:  Sudah Mendarat, Pesawat Carteran Bawa Ratusan WNI dari Brasil

Pembentukan tim terpadu ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan memastikan keselamatan di gudang-gudang gas yang menyimpan bahan-bahan berbahaya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tragedi kebakaran yang telah merenggut nyawa banyak orang dan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Ia menekankan pentingnya kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan. “Saya berharap peristiwa seperti ini jangan sampai terjadi lagi,” harapnya. (Ketut Winata/Balipost)

Baca juga:  Era Industri 4.0, Koperasi Didorong Berbasis E-Commerce
BAGIKAN