CEO & Founder Moizland Development Chandra Goetama (dua kanan) dan Marketing Consultant Moizland Development Lukas Bong saat peluncuran Palm Regency Condominium di Jakarta, Kamis (13/7). (BP/son)
JAKARTA, BALIPOST.com – Keterbatasan lahan menjadi masalah pembangunan hunian di perkotaan. Oleh karena itu, hunian vertikal menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi warga yang bermukim di perkotaan, khususnya bagi generasi milenial yang memiliki gaya hidup kekinian, dinamis, melek informasi, serba digital atau online, dan penggila sosial media.

CEO & Founder Moizland Development Chandra Goetama saat peluncuran Palm Regency Condominium di Jakarta, Kamis (13/7) memahami bahwa harga tanah terus melambung dan untuk memiliki rumah bagi generasi milenial ini sepertinya makin sulit. “Palm Regency hadir untuk membantu mereka mendapatkan keduanya yakni dari sisi harga dan dari sisi gaya hidup, dari sisi kualitas hidup yang lebih baik sekaligus menjadi produktif,” kata Chandra.

Hadir dalam kesempatan tersebut Marketing Consultant Moizland Development yang juga ketua Asosiasi Real Estate Broker ‘Indonesia (AREBI DKI) Lukas Bong, Marketing Director Moizland Development Setio Priyono, dan tim Marketing Consultant Lie Min dan Clement Francis.

Palm Regency memiliki tagline A True Millenial Living berlokasi di Ciledug, yang dikenal sebagai segi tiga mas, Jakarta, Serpong dan Tangerang merupakan campuran antara unit condominium, mall, dan kios (mixed use) karya pengembang Moizland Development, devisi property dari grup perusahaan Moizland Group.

Baca juga:  2017, Harga Properti Residensial di Pasar Sekunder Naik

Palm Regency Condominium and Mall ini didisain oleh Millennium Architects Singapore & GMJ International, perpaduan antara keindahan dan fungsi yang ditampilkan pada setiap ruangan, dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern dan mewah yang melengkapi kenyamanan penghuninya.

Meski mewah bergaya milenial, Chandra memastikan, Palm Regency memahami kemampuan generasi milenial dalam hal keuangan, sehingga harga yang ditawarkan mulai Rp 400 jutaan, dan dengan berbagai pilihan pembayaran yang diyakini memudahkan generasi milenial. “Hal ini sebagai wujud dukungan Palm Regency untuk meningkatkan produktivitas kelompok milenial yang dikenal sangat dinamis dan serba digital,” kata Chandra.

Sementara itu Lukas Bong mengatakan, pembangunan Palm Regency sudah dilakukan jauh hari sebelum proyek ini di-launching secara resmi, bahkan building management sudah ditunjuk jauh-jauh hari. Per Juli 2017, tengah berjalan pembangunan, dan unit-unit yang dipasarkan sudah mulai bisa serah-terima pada bulan Juli 2019.

Lokasi Palm Regency bisa dicapai melalui lima akses yaitu dari arah Puri, dari arah Alam Sutera, dari arah Tenden, dari arah pintu tol Karang Tengah, dari arah tol BSD (tol baru). Untuk akses ke Palm Regency, akan ada Transjakarta koridor 13 yang rencananya akan dibuka 17 Agustus 2017 mendatang. (Nikson/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.