BANGLI, BALIPOST.com – Puluhan anggota Polres Bangli dites urine, Sabtu (8/7). Tes urine yang dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Gianyar ini merupakan salah satu upaya Polres Bangli untuk mencegah adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota.

Dari hasil tes urine, semua anggota Polres Bangli dinyatakan negatif dari narkoba. Sedikitnya tes diikuti oleh 75 orang anggota. Tak hanya anggota, Kapolres Bangli AKBP IGN Agung Ade Panji Anom pun tampak ikut menjalani kegiatan tersebut.

Ditemui usai pelaksanaan tes, AKBP Panji Anom didampingi AKP I Putu Gede Ardana mengatakan bahwa tes urine yang dilaksanakannya bersama BNNK Gianyar ini merupakan kegiatan rutin Polres Bangli. Anggota yang diikutkan dalam tes ini ditentukan secara acak (random sampling).

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mengantisipasi adanya anggota polisi yang terlibat penyalahgunaan narkoba. “Ini merupakan salah satu program prioritas Kapolri, yang harus kita laksankan untuk tetap menjaga anggota terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” terangnya.

Baca juga:  Pentolan Ormas Jual Narkoba, Setiap Bulan Raup Omzet Rp 10 Juta

Jika dalam tes urine ditemukan adanya anggota yang positif narkoba, pihaknya menyatakan tidak akan segan-segan memproses dan memberikan sanksi tegas terhadap anggota tersebut. “Kegiatan ini akan terus kita laksanakan secara berkelanjutan dengan BNN,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Gianyar AKBP I Made Pastika menyatakan bahwa sebagaimana hasil tes yang dilaksanakannya kemarin, tidak ditemukan adanya anggota Polres Bangli yang positif narkoba. “Hasilnya tes urine tadi, semua negatif,” terangnya.

Pihaknya mengatakan bahwa kegiatan tes urin ini merupakan salah satu bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan Polri. Dikatakan AKBP Pastika, selain pencegahan, ada dua tugas dan fungsi lainnya yang selama ini juga dijalankan BNN yakni pemberantasan dan rehabilitasi. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.