Proyek senderan Sungai Samblong yang baru setengah jadi ambruk. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Proyek pembangunan penahan tebing dengan batu bronjong di sungai Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan sudah ambruk.
Padahal sebagian senderan yang dibangun baru sebulan dikerjakan dan sebagiannya masih dalam tahap pengerjaan.

Kondisi ini membuat warga prihatin dan kecewa. Pasalnya pengerjaan belum selesai namun batu bronjong sudah ambruk. Warga menduga pengerjaan proyek asal-asalan tidak hanya sekedar karena alam.

Sejumlah warga di sekitar sungai Samblong, Selasa (4/7) mengatakan belum jelas penyebab ambrolnya tebing yang sudah dipasangi bronjong disungai Samblong tersebut. Diduga ambruknya senderan baru itu karena pengerjaanya yang tidak sesuai dengan bestek.

Dikatakan bronjong itu ambrol pada malam hari. Diprediksi ada ketidaksesuaian administrasi dalam pelaksanaan teknis. “Masa baru beberapa hari selesai sudah ambrol,” kata sejumlah warga.

Warga juga menilai selain diduga ketidaksesuaian gambar dan diduga kelalaian pengawasan dari pihak Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida sebagai kuasa pengguna anggaran. Warga juga mengaku kecewa, lantaran sebelum proyek tersebut dilaksanakan sempat meminta persetujuan dan tanda tangan dari sejumlah warga penyanding.

Namun ternyata pengerjaannya asal-asalan dan sangat tidak bermanfaat. Karena, selain bronjong itu ambruk, sejumlah tebing sungai yang tidak dipasangi batu bronjong juga ikut ambruk. “Kalau ini dibiarkan pasti badan sungai akan semakin sempit dan dangkal karena sejumlah tebing ambruk memenuhi badan sungai,” kata warga.

Baca juga:  Tender Pasar Badung Tuntas, Pengerjaan akan Segera Dilakukan

Dikatakan batu bronjong itu sebagai penahan tanah tebing sungai agar tidak longsor, tapi kenyataannya terbalik, sebelum bronjong itu dibuat tidak ada longsor. “Malah sesudah dibuat jadi longsor,” katanya.

Petugas Administrasi Teknik dari Kontraktor yang mengerjakan tebing Sungai Samblong I Komang Adi dikonfirmasi wartawan Selasa (4/7) mengatakan, pengerjaan tebing sungai Samblong ini merupakan proyek dari Balai. Dikatakan ini satu paket dengan penanganan di lima lokasi. Diantaranya, tiga lokasi di Singaraja, dan dua lokasi di Jembrana yakni sungai Samblong ini dengan Sungai Pergung.

Menurutnya pihaknya mengerjakan secara maksimal, dengan konstruksi bronjong sederhana. “Kalau ambruknya karena alam kan tidak bisa diprediksi. Yang jelas bronjong ini ambruk akibat banjir beberapa hari lalu dan juga akibat dari arus bawah tanah dua titik,” katanya.

Menurutnya berdasarkan keterangan para petani setempat hal ini memang muncul di setiap musim tanam padi sehingga menggerus tanah dan membuat bronjong slinding. Dijelaskan kalau proyek ini merupakan proyek penunjukkan langsung (PL) untuk penanganan bencana. “Jika nanti yang regular muncul baru nanti penanganan tebing sungai itu menggunakan penel bukan bronjong seperti ini. Karena hanya penanganan sementara makanya gunakan bronjong. Kalau setelah diopnam baru muncul berapa anggarannya,” tandasnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.