SINGARAJA, BALIPOST.com – Daya tarik wisata berupa air terjun di Kabupaten Buleleng tak hanya Sekumpul, Kecamatan Sawan, maupun Aling-aling di Desa Sambangan, Sukasada. Namun, juga air terjun Jembong yang berlokasi di Desa Ambengan, Sukasada. Wisata alam ini layak dimasukkan dalam agenda perjalanan anda.

Melaju dari arah Bedugul maupun Kota Singaraja, Mencari objek wisata ini tidaklah sulit. Di setiap persimpangan sudah dilengkapi papan petunjuk. Saat perjalanan, rasa lelah juga akan sedikit terasa.

Sebab, lokasinya bisa dijangkau dengan sepeda motor, melintasi jalan beton selebar 2,5 meter. Tidak terlalu jauh. Kondisi alam yang masih asri, memberikan sensasi udara yang sangat sejuk. Tak ada hirup-pikuk. Suasana terasa sangat tenang.

Sampai di parkir, anda tak usah bingung berapa harus bayar tiket. Cukup memberikan sumbangan sukarela. Mencapai air terjun, perlu berjalan kaki sekitar 25 meter. Saat itu, mata juga disuguhkan dengan pemandangan asri.

Hijaunya pepohonan, berpadu indah dengan warna-warni tanaman hias. Selain itu juga ada tiga kolam cukup besar dengan air yang sangat jernih. Masing-masing kedalamannya 110 Cm untuk dewasa, sedangkan dua kolam anak-anak memiliki kedalaman bervariasi, yakni 80 Cm dan 60 Cm. Air itu bersumber dari air terjun. Sungguh pemandangan yang mempesona hingga memunculkan keinginan ber-selfie.

Baca juga:  Wisata "Wedding" Mampu Dongkrak Kunjungan Wisman

Dari kolam yang airnya segar ini, langsung bisa menyaksikan indahnya air terjun setinggi 20 meter itu. Saat didekati, mata akan dibuat terpana dan terkagum-kagum dengan aliran air yang deras seperti berbusa, berpadu apik dengan bebatuan hitam. Sangat eksotik untuk dijadikan backround berfoto.

Lokasi air terjun yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banten Sari ini juga sangat unik. Untuk menjangkaunya, justeru harus berjalan naik. Berbeda dengan air terjun pada umumnya, berada di lembah dan terapit bukit. Itu harus dijangkau dengan berjalan menurun.

Ketua Pokdarwis, Made Suneka (40) menuturkan objek wisata ini dibuka secara resmi pada 2013 lalu. Kunjungan per harinya kisaran 300 hingga 500 orang. Itu tak hanya domestik, tetapi juga asing. “Untuk karcis ke air terjun itu sukarela. Sedangkan karcis yang ingin mandi ke kolam renang untuk dewasa dikenakan Rp 5 ribu dan anak-anak hanya Rp 3 ribu,” katanya belum lama ini.

Guna menggenjot kunjungan, penataan akan terus dilakukan. Hal ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. “Adanya objek ini, sejunlah warga juga bisa berdagang,” imbuhnya. Melihat segudang keunikan itu, objek ini bisa dijadikan agenda perjalanan anda jika menginjakkan kaki di Bali Utara. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.