Suasana persiapan pelebon Tjokorda Bagus Santaka yang puncaknya digelar Minggu (14/4). (BP/kup)

GIANYAR, BALIPOST.com – Puncak pelebon Tjokorda Bagus Santaka digelar Minggu (14/4). Ribuan warga Ubud dan luar Ubud mengantarkan piranti upacara pelebon berupa bade tumpang (tingkat) sembilan seberat 5 ton, naga banda, dan lembu ke Setra Dalem Puri yang berlokasi di Banjar Tebesaya, Desa Peliatan.

Ada 11 banjar di Kecamatan Ubud dan luar Kecamatan Ubud yang terlibat menggarak piranti pelebon hingga ke setra Dalem Puri yang berjarak sekitar satu kilometer dari Puri Agung Ubud.

Penggarap sekaligus arsitek bade, Guru Besar Universitas Udayana, Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, S.E., M.M atau akrab disapa Cok De, mengatakan bade tumpang sembilan ini tingginya hingga 25 meter. Beratnya sekitar 5 ton. Sementara untuk naga banda sendiri diposisikan melilit bade.

Baca juga:  Dari Cucu Raja di Denpasar Ditangkap hingga Lonjakan Korban Jiwa COVID-19 Terjadi di Bali

Cok De yang juga adik Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati itu, menjelaskan untuk bade diangkat sekitar 300-600 warga secara estafet. Cok De menuturkan sementara piranti Lembu yang dipersembahkan dalam pelebon Tjokorda Bagus Santaka merupakan Lembu Tangi dengan tinggi sekitar 7,6 m dan panjang sekitar 5 meter. Saat menuju setra, lembu ini diangkat sekitar 100 orang – 150 orang secara bergantian menuju Setra Dalem Puri.

Tjokorda Raka Kerthyasa yang merupakan Penglingsir Puri Saren Kauh, Puri Agung Ubud mengatakan piranti bade tumpang sembilan yang dililit naga banda sebelum berangkat menuju Setra Dalem Puri sudah melalui upacara memanah naga banda bertempat di Perempatan Catus Pata Ubud.

Baca juga:  Desa Adat Tegenungan Garap Potensi Desa

 

Pria yang akrab disapa Cok Ibah yang juga Bendesa Adat Ubud memaparkan pemberangkatan piranti bade dan lembu menuju setra disesuaikan dengan dresta di Desa Adat Ubud. “Sebelum berangkat, kami bersama semua warga nunas ica ring sesuhunan dumogi mendapatkan keselamatan dan kerahajengan dan kegiatan prosesi upacara palebon berjalan lancar,” ucapnya.

Ditekankannya, warga dari 11 banjar mengarak bade maupun lembu bergerak secara estafet.

Lembu akan diarak warga adat dari Banjar Tegal Lantang. Warga yang mengangkat lembu dan Bade Tumpang Sembilan melibatkan Banjar Ubud Kelod, Banjar Samban Ubud, Banjar Ubud Tengah, Banjar Ubud Dalem. Selain itu ada dua banjar di luar Ubud yaitu Banjar Pejeng Aji dan Banjar Gagah Tegallalang.

Baca juga:  Nakes Tangani COVID-19 akan Peroleh Vaksinasi Dosis 3

Pengarak bade ada juga dari Banjar Abian Seka Mas Ubud, Banjar Junjungan dan Banjar Tegal Lantang, Banjar Sakti Bentuyung, dan Banjar Taman Kelod. “Ribuan warga yang terlibat mengotong piranti Lembu dan Bade Tumpang Sia karena beban piranti palebon yang berat, masyarakat yang ngayah menjadikan ini sebagai bagian persembahan dan persembahan yang ditampilkan yang terbaik,” tuturnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN