JAKARTA, BALIPOST.com – Meski pelaksanaan angkutan mudik lebaran lebih baik dibandingkan tahun lalu, Menhub Budi Karya Sumadi memastikan kuotanya akan diperbanyak melalui kapal laut. “Ke depan, kuota penumpang mudik gratis ditambah. Akan tetapi nantinya akan diintensifkan dengan kapal laut tidak lagi dengan bus,” kata Menhub usai makan dan lebaran bersama sopir bus di Terminal Kampung Rambutan Jakarta, Minggu (25/6).

Menhub Budi mengaku tingkat occupancy program mudik gratis dengan kapal yang diselanggarakan Kementerian Perhubungan pada tahun ini sekitar 75 persen. Hal ini menurutnya dikarenakan adanya beberapa kendala. “Kemarin itu tidak bisa banyak karena kita tidak bisa kerjasama dengan banyak kapal, kedua terkait sosialisasi kita takut juga kalau banyak kemarin ini kan (kuotanya, red) 20 ribu kira-kira occupancy nya 75 persen, sementara moda angkutan yang lain kira-kira 80 persen jadi kalau kita perbesar sosialisasinya harus banyak,” kata Menhub.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub mengingatkan, tugas pengemudi sangat berat, dan membawa penumpang itu tanggungjawabnya besar sekali. “Jadi yang paling utama keselamatan, kalau busnya tidak laik ya jangan berangkat, diperiksa busnya, spionnya, terutama rem, ban, suspensinya mesti bener jadi utamakan keselamatan,” tegas Menhub.

Di sisi lain, untuk lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat pada moda angkutan jalan, Menhub Budi berjanji, akan meningkatkan sarana dan prasarana moda angkutan jalan, baik dari sisi kelaikan kendaraan maupun fasilitas terminal bus. “Kalau sekarang (minat masyarakat) sudah naik banyak, syukur tapi ke depan kita akan tingkatkan kualitas sarana, prasarana juga peningkatan pelayanan di Terminal Bus dengan diambil alihnya Terminal Tipe A oleh pemerintah pusat termasuk kita akan lakukan pengembangan terminal,” kata Menhub.

Baca juga:  Pemerintah Gagas Integrasi Moda Transportasi

Untuk mewujudkan hal tersebut, langkah Menhub, yang pertama adalah akan meningkatkan kelaikan jalan angkutan bus demi keselamatan penumpang. Selain itu langkah kedua adalah merubah sistem tiket dari konvensional menjadi sistem online. “Pertama kali kita mau buat suatu kondisi bus itu laik jalan setelah itu baru kita buat system online ticketing,” ujarnya.

Menhub berpendapat angkutan bus memiliki keuggulan tersendiri dibandingkan dengan angkutan lainnya. Selain tarif tiket yang dianggapnya relatif bersaing, kemampuan bus untuk membawa penumpang dari satu titik ke titik yang lain disebut Menhub tidak dimiliki oleh moda angkutan lainnya. “Bus ini punya keunggulan point to point, yang tidak ada menandingi jadi misal kalau kita mau ke Wonosobo atau ke Cilacap itu tidak ada moda angkutan yang bisa menandingi bus, dari segi tarif relatif bersaing,” ungkapnya. (Nikson/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.