kecelakaan
Salah satu dari tiga korban luka berat yang dirawat di Sal D RSUD Negara, Senin kemarin dirujuk ke daerah asalnya di Jember. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – Tiga korban luka berat kecelakaan maut travel dengan truk di Gilimanuk yang dirawat di RSU Negara dirawat ke daerah asal, Kabupaten Jember, Jawa Timur Senin (19/6). Tiga korban ini merupakan penumpang yang berhasil selamat dari kecelakaan maut yang merenggut delapan korban tewas Sabtu (17/6) malam.

Hal ini dilakukan atas permintaan keluarga korban. Direktur RSUD Negara Made Dwipayana membenarkan hal tersebut. Tiga ambulans akan dikerahkan untuk mengantarkan ketiga pasien itu ke RS Sugandi di Jember. Ketiga korban ini sebelumnya diarawat di satu kamar di Sal D, RSUD Negara.

Menurutnya, biaya perawatan hingga mengantar pasien ke daerah asal ditanggung dari santunan kecelakaan Jasa Raharja. Khusus untuk biaya mengantar menggunakan ambulans sekitar Rp 2 juta per mobil. Tiga pasien yang dirawat di RSUD itu diantaranya, Abdul Amin (47), Muhamad Ridwan (19) dan Joko Liswanto (24). Sementara dua korban luka lainnya, Taufik Hidayat (19) dan Risqi Mubarok (21) sudah lebih dahulu kembali ke Jember dan tidak perlu dirawat.

Dengan dirujuknya ketiga korban selamat itu, seluruh korban kecelakaan maut di kilometer 121-122 Denpasar-Gilimanuk sudah dikembalikan ke daerah asal, Jember. Sehari sebelumnya, delapan korban meninggal dunia sudah diantar ke daerah asal menggunakan empat mobil jenazah.

Baca juga:  Dipergoki Korban, Empat Perampok Gagal Beraksi

Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo disela-sela Apel Gelar Pasukan kemarin mengatakan dari kesimpulan sementara penyidik berdasarkan olah TKP dan keterangan dua saksi penumpang, didapati kelalaian ada pada sopir travel, S (50). “Terduga tersangka ini juga meninggal dunia. Nanti kita lakukan gelar perkara dan pertimbangan (tersangka) meninggal dunia akan dikeluarkan SP3,” terangnya.

Dari hasil olah TKP juga diperoleh fakta mobil terseret hingga belasan meter hingga akhirnya keluar jalur dan menabrak truk angkut semen yang berjalan pelan. Melihat kondisi yang ringsek, diperkirakan saat melintas di jalur lurus tengah hutan ini, travel melaju sangat kencang. Kapolres juga mengimbau kepada para pemudik selama perjalanan agar memperhatikan titik-titik rawan lakalantas serta rambu-rambu yang ada. Kesiapan kendaraan dan fisik pengemudi harus diperhatikan. “Apabila ngantuk, istirahat. Tidak ada obatnya selain istirahat,”  tandas Kapolres Priyanto. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.