Sebuah mobil mengalami kecelakaan di jalur Hulundanu-Kayuselem, Desa Songan Kintamani. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di Jalur Hulundanu-Kayuselem, Desa Songan, Kintamani. Warga pun sangat berharap pemerintah kabupaten Bangli segera mencari solusi untuk meminimalisir kejadian itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangli Dewa Widnyana Maya dikonfirmasi terkait hal itu Rabu (3/4) mengimbau masyarakat pemanfaat jalan tetap hati-hati bila melewati jalur tersebut. Menurutnya secara alami topografi wilayah pegunungan menyebabkan banyak tanjakan dan turunan, serta tikungan-tikungan tajam.

Disampaikan Dewa Maya bahwa upaya memperlebar dan melakukan perbaikan geometrik jalan sudah dipikirkan pemkab Bangli selama ini. Perencanaannya bahkan sudah dibuat.

Baca juga:  Uji Coba Operasional TPST Kertalangu Dilakukan Lagi, Bau Tak Sedap Masih Tercium

Hanya saja untuk merealisasikannya dibutuhkan biaya yang sangat besar. Mengingat ruas jalan cukup panjang dan berkelok.

“Berbagai upaya untuk mengakses anggaran ke pusat sudah dilakukan. Upaya terakhir lewat skema usulan pada program Inpres Jalan Daerah oleh kementerian PUPR belum berhasil. Upaya selanjutnya akan terus diusulkan kembali ke kementerian,” jelasnya.

Sementara itu, Jero Saba warga Songan mengungkapkan kasus kecelakaan lalu lintas cukup sering terjadi di jalur itu. Bahkan korbannya ada yang sampai meninggal dunia. Kecelakaan dipicu karena kondisi jalan yang menanjak dan ekstrem. “Memang sangat rawan sekali di sana,” ungkapnya.

Baca juga:  Hendak Menyeberang, Pejalan Kaki Ditabrak Pemotor

Untuk meminimalisir kejadian kecelakaan lalu lintas di sana, menurutnya pemerintah daerah perlu melakukan perbaikan jalur salah satunya dengan memperlebar jalan.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Bangli I Made Joko Arnawa. Ia mendesak Pemkab Bangli memperbaiki Jalur tersebut. Pasalnya kecelakaan lalu lintas di jalur itu selama ini cukup sering terjadi. Terakhir kecelakaan mobil di jalur tersebut terjadi Selasa (2/4).

Menurutnya salah satu faktor pemicu kecelakaan karena kondisi jalan yang terjal dan sempit. “Apakah diperlebar atau seperti apa solusinya, secara teknis pemerintah daerah lebih tahu. Karena kecelakaan di jalur itu bukan terjadi sekali ini saja, tapi sudah beberapa kali. Yang kecelakaan pun selama ini bukan saja warga lokal, tapi wisatawan juga,” ungkap anggota dewan asal Desa Songan itu. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Laka di Perairan Jungutbatu, WN Austria Tewas
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *