DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait perayaan hari raya Idul Fitri, Polda Bali mempersiapkan proses pengamanan melibatkan instansi terkait. Untuk menjaga Idul Fitri agar aman dan kondusif, Polda jajaran melibatkan 4.833 orang, terdiri dari 450 personel Polda Bali, 1.510 personel Polres jajaran dan 2.873 orang dari instansi terkait.

“Polda Bali sudah menggelar rapat koordinasi eksternal Operasi Ramadniya 2017 di Ruang Rupatama Jagratara Polda Bali, Senin kemarin. Rapat tersebut dipimpin Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana,” kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, Selasa (13/6).

Dalam sambutannya, lanjut Kabid Humas, Brigjen Alit Widana  mengatakan Polda Bali dan jajaran sudah menyusun rencana pengamanan terkait Hari Raya Idul Fitri dengan sandi Ops Ramadniya Agung 2017. Kerawanan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas sesuai dengan perkiraan keadaan intelijen yaitu terorisme, curas, sweeping ormas, kecelakaan mercon, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan pelibatan jumlah personel disusun dalam bentuk Satgas Operasional. Untuk Polda Bali disusun menjadi empat Satgas yaitu Satgas Turbinjali, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Lidik Sidik dan Satgas Banops.

Selain itu, Polda  juga sudah melaksanakan beberapa kegiatan kepolisian guna memelihara situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif diantaranya Operasi Cipta Kondisi, Operasi Patuh Agung 2017 dan Operasi Pekat Agung 2017.

Baca juga:  Polda Bali Gelar Pasukan Operasi Agung 2018, Ini yang Disasar

Jenderal bintang satu asal Tabanan ini menambahkan, menjadi prioritas pengamanan yaitu antrian kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai,  Bandara Ngurah Rai, tempat ibadah, jalur mudik dan obyek wisata.
“Diharapkan dalam pelaksanaan pengamanan, para Kasatgas dan instansi terkait bekerja sama, saling membantu dan bersinergi sehingga Opserasi Ramadniya  berjalan aman dan sukses,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, mantan Kapolres Gianyar ini mengintruksikan kepada para personel yang terlibat operasi itu  untuk memperhatikan kerawanan pada titik-titik pengamanan dan memperhatikan body system saat melaksanakan tugas.

Selain itu, membuat rambu, pendahulu, petunjuk dan jalan (RPJJ)  untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan serta mewujudkan keamanan dan ketertiban di jalan raya berkoordinasi dengan instansi terkait. “Personel Polda Bali yang non muslim akan tetap disiagakan walaupun ada libur bersama. Selain itu  diturunkan pasukan CTOC yang merupakan pasukan khusus yang memiliki kemampuan lebih dan dilengkapi dengan peralatan IT yang canggih,” imbuhnya. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.