BBPOM melakukan sidak ke Pasar Kidul untuk menguji sejumlah sampel makanan. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sampel makanan dan minuman yang dijual pedagang di Pasar Senggol dan Pasar Kidul Bangli, Senin (5/6). Hal itu dilakukan guna memastikan makanan dan minuman yang dijual pedagang aman dikonsumsi masyarakat.

Kegiatan uji lab dipimpin langsung Kepala BBPOM Denpasar Endang Widowati. Tampak hadir dalam kegiatan uji lab kemarin yakni Bupati Bangli I Made Gianyar serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli.

Kegiatan diawali dengan pengambilan sampel berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual beberapa pedagang di pasar senggol di terminal Loka Crana. Dilanjutkan kemudian dengan pengambilan sampel makanan dan minuman di sekitar Pasar Kidul.

Adapun beberapa jenis makanan yang diambil sampelnya untuk dilakukan pengujian seperti tahu goreng, mie bihun, bakso, kerupuk dan beberapa jenis makanan lainnya. Sementara jenis minuman yang diambil sampelnya yakni es batu, gula es, bijik (cendol), dan lainnya.

Selain mengambil beberapa jenis sampel dan makanan, petugas BBPOM juga sekaligus memberikan saran kepada pedagang untuk menjaga kebersihan saat berjualan. Dalam mengambil makanan, pedagang disarankan menggunakan alat penjepit makanan atau plastic sehingga kehigienitasan makanan bisa tetap terjaga.

Endang Widowati mengatakan pihaknya membeli beberapa jenis makanan dan minuman untuk diuji laboratorium secara selektif. Dimana sampel makanan dan minuman yang dibeli dari beberapa pedagang adalah makanan dan minuman yang dicurigai mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan seperti pewarna tekstil, borak, formalin, dan bahan berbahaya lainnya. “Tujuan uji lab ini adalah untuk mengamankan masyarakat Bali, baik produsen maupun konsumen,” terangnya.

Baca juga:  BBPOM Cek Makanan di Jalur Mudik

Dalam pengambilan sampel makanan dan minuman, pihaknya menemukan masih banyak pedagang yang kurang memperhatikan kebersihan. Hal itu terlihat dari banyaknya dagangan yang dikerumuni lalat dan menggunakan alas dari koran bekas. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengaku sudah menyarankan kepada pedagang untuk menjaga higienitas untuk menggunakan penjepit makanan saat mengambil makanan.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan melalui kegiatan ini, pemerintah ingin mnjamin makanan yang dikonsumsi masyarakat Bangli aman dan terjamin kesehatannya. Pasca kegiatan ini pihaknya akan menindaklanjuti kembali dengan melakukan penyuluhan kepada pedagang sesuai saran BBPOM.

Berdasarkan hasil uji lab yang dilakukan BBPOM, tidak ada ditemukan bahan atau zat berbahaya yang terkandung dalam makanan dan minuman di pasar senggol dan pasar kidul Bangli. “Dari 48 sampel makanan dan minuman yang diuji lab semuanya negatif. Tidak ada bahan berbahaya yang ditemukan,” kata Kadisperindag Bangli Nengah Sudibya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.