WNA
Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara merilis penangkapan komplotan maling menyasar WNA.(BP/rah)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Beragam modus diterapkan komplotan maling berkedok tukang ojek mencuri uang warga negara asing (WNA) di ATM. Seperti dialami Mikiko Kyo (39) asal Jepang saat menarik uang di ATM Mandiri Circle K (CK), Legian, Kuta Badung, Rabu (24/5) lalu. Uangnya diam-diam diambil oleh komplotan maling, I Made Suardana alias Beker (34), I Gede Ardana (33), I Gede Sukarmaya alias Maya (36) dan I Kadek Depin (26).

“Komplotan maling ini spesialis menyasar orang asing. Mereka bagi tugas, ada mengalihkan perhatian korban, melanjutkan transaksi di ATM dan ada yang membawa uang hasil curian,” kata Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara, didampingi Panit Buser Iptu Budi Artama, Senin (29/5).

Menurut Kapolsek, berawal dari informasi dari Bhabinkamtibmas Legian bahwa Circle K simpang Si Do’i ada wisatawan Jepang uangnya diambil pengunjung CK saat mengambil uang di mesin ATM Bank Mandiri. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal dipimpin Panit Buser Iptu I Putu Budi Artama langsung ke TKP. Di TKP masih ada korban didampingi temannya. Hasil interogasi korban, petugas memperoleh ciri-ciri pelaku dan dari saksi di seputaran CK diperoleh nama panggilan salah satu pelaku yaitu Beker. “Dari informasi saksi tersebut, para pelaku berhasil ditangkap. Mereka ini dikenal di Kuta karena nyambi tukang ojek,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan, para pelaku mengakui telah mengambil uang korban saat mengambil uang di mesin atm Mandiri. Tiap pelaku mempunyai peran masing-masing, apabila ada hasil maka akan dibagi rata. Komplotan ini standby di ATM tersebut. Saat ada turis kebingungan nyari ATM langsung diarahkan ke TKP oleh tersangka Depin. Agar turis itu tidak curiga, Depin langsung keluar. “Di CK tersebut banyak ada mesin ATM. Di dalam ATM sudah ada pelaku lain,” kata Sumara.

Baca juga:  WNA Tanpa Identitas Diamankan Satpol PP Gianyar

Saat korban berada di depan mesin ATM, tersangka Beker  mendekati korban dan membantu menekan tombol ATM dipilih nilai transaksi Rp 2 juta. Saat uang keluar, korban langsung menaruh di dalam tasnya. Saat itulah dengan cepat tangan Beker asal Karangasem ini menekan tombol nilai transaksi Rp 2 juta. “Salah satu pelaku mengalihkan perhatiannya dengan cara diajak ngobrol,” tegas mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini.

Saat uang keluar, Beker  langsung mengambil uang tersebut dan diserahkan kepada Ardana yang berada pas dibelakangnya. “Saat beranjak dari TKP HP korban bunyi dan ternyata informasi M-banking bahwa ada transaksi penarikan uang Rp 2 juta,” tandasnya.

Korban langsung komplin kepada Beker dan minta uangnya dikembalikan. Namun Beker mengaku tidak bawa uang. “Karena uangnya sudah dibawa sama Ardana. Beginilah cara mereka menghilangkan jejak. Kami yakin mereka sering melakukan tindak pidana ini tapi korbannya belum melapor. Oleh karena itu kami mengimbau kepada korban agar melapor,” ungkap mantan Kasat Intelkam Polres Badung ini.(kertanegara/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.