DENPASAR, BALIPOST.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar membentuk Tim Jagakota (Jaringan Siaga Komunitas Masyarakat Kota Denpasar). Rencananya tim ini akan diluncurkan pada Juni 2017 mendatang.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I.B. Alit Wiradana di sela-sela rapat mengatakan, pembentukan tim Jagakota Denpasar ini guna menjaga ketertiban, ketentraman masyarakat dan pelanggaran peraturan daerah (Perda). Karena menjaga ketertiban kota bukan semata-mata tanggung jawab Satpol PP. Melainkan menjadi tanggung jawab semua komponen masyarakat.

Mengingat jumlah personil Satpol PP saat ini sangat minim dan sarana prasarana pedukung juga kurang memadai, Satpol PP tidak bisa berbuat banyak menangani semua pelanggaran perda yang ada. “Perlu adanya pemberdayaan masyarakat dengan membentuk tim Jagakota agar dapat menangani permasalahan kota yang semakin kompleks,” kata Alit Wiradana.

Alit Wiradana menjelaskan, pembentukan Jagakota melibatkan
stakeholder, TNI, Polri, pecalang, hansip, karang taruna, seka teruna,
Forum Bendega, Forum Pekaseh, Forum OSIS, Sabha Upadesa, ormas, dan LSM yang peduli terhadap lingkungan dan sampah. Karena semuanya
memiliki peran masing-masing untuk menjaga Kota Denpasar agar tetap
aman nyaman dan bersih.

Baca juga:  WNA Berulah, 10 Kelopak Patung Catur Muka Rusak

“Program inovatif ini kita coba untuk mencari solusi yang lebih efektif guna dapat menyelesaikan permasalahan Kota Denpasar,” ujar Alit Wiradana.

Selain kota metro, lanjut Alit Wiradana, Kota Denpasar sebagai
destinasi pariwisata sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat
maupun wisatawan agar tetap terjaga. Seperti pekaseh membantu
penanganan masalah pelanggaran jalur hijau.Namun tetap bekerja sama
dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Ormas juga dilibatkan untuk memantau agar tidak ada tindakan-tindakan yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban. Termasuk karang taruna mengajak sekaligus membina generasi muda yang salah pergaulan ke arah positif.

Sedangkan TNI dan Polri ikut memantau wilayah bersama tim gabungan. Sehingga dapat menekan gangguan kamtibmas secara efektif dan persuasif lewat pendekatan-pendekatan. “Kami harapkan lewat program inovatif ini dapat menekan gangguan kamtibmas di Kota Denpasar,” harap Alit Wiradana. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.