Pangdam IX/Udayana Mayjen Komaruddin. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Media sosial (Medsos) merupakan salah satu alat komunikasi yang sangat efektif karena dapat diakses oleh siapa saja dan jaringan koneksinya juga sangat luas. Derasnya perkembangan medsos bukan hanya terjadi di negara-negara maju, Indonesia juga mengalaminya.

“Pemanfaatan media sosial di samping ada aspek positifnya, tentu ada juga aspek negatifnya. Untuk itu saya mengajak seluruh anggota TNI yang ada di jajaran Kodam IX/Udayana dan segenap komponen masyarakat Bali-Nusra untuk membentengi diri dari berita hoax, kabar fitnah maupun berita bohong sebagai salah satu aspek negatif dari perkembangan media sosial,” tegas Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc., Senin (22/5).

Waspada dalam menggunakannya, lanjut Pangdam, karena tidak sedikit berita yang kontraproduktif dan dapat menyulut perpecahan serta dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) viral di medsos. “Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh pemberitaan yang kontra produktif dan menyesatkan serta mengikis rasa kebangsaan, persatuan dan kesatuan sebagai ciri dari NKRI,” ujarnya.

Baca juga:  Dalam Pemilu 2019, Pers Tak Boleh Jadi "Pemain"

Harus disadari bahwa NKRI adalah negara yang berazaskan Pancasila dan sudah final. Oleh karena itu tidak bisa ditawar-tawar dan tidak perlu dibicarakan lagi.

Pangdam menegaskan jangan habiskan energi untuk membicarakan hal-hal yang tidak produktif karena akan ketinggalan gerbong pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangsa lain lebih fokus membahas hal-hal positif dan produktif lainnya demi kemajuan bangsanya. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.