SURABAYA, BALIPOST.com – PT PP Property memasarkan apartemen premium melalui Grand Shamaya. Mega proyek yang rencananya dibangun lima tower dengan nilai investasi Rp 3 triliun ini akan diserahterimakan kepada pembeli pada 2022.

Untuk tahap pertama, akan dikerjakan pembangunan tower Aubrey yang dimulai pada 2018 mendatang. ‘’Ini proyek prestius yang berada di tengah kota Surabaya di kawasan central bisnis distrik/CBD,’’ kata Direktur Realty PT PP Property, Galih Saksono, kepada Bali Post, Kamis (18/5).

Ia memprediksi nilai proyek Grand Shamaya untuk satu towernya senilai Rp 600 miliar. Bila dijumlah seluruhnya untuk lima tower sedikitnya menghabiskan dana Rp 3 triliun.

Mega proyek Grand Shamaya seluas 1,6 hektar ini, terletak di kawasan segitiga emas CBD Kota Surabaya yang lokasinya dikelilingi Jalan Basuki Rahmat – Embong Sawo – Embong Gayam dan Jalan Panglima Sudirman yang dekat dengan Tunjungan Plaza. Ia menjelaskan, PP Property melakukan terobosan dengan membangun apartemen premium berkonsep resort pertama di Surabaya.

Hal ini merupakan implementasi dari tagline PP Properti “Beyond Space,” yang memiliki arti PP Property bukan sekedar menyediakan ruang dan tempat, tetapi agar setiap bangunan yang dikembangkan PP Property menjadi tempat yang nyaman, memberikan ketenangan bagi penghuninya. Terutama bagi warga Surabaya yang ingin tinggal di tempat yang tenang dan nyaman namun tetap di pusat kota.

Kehadiran Grand Shamaya melengkapi proyek-proyek yang telah dikembangkan anak usaha perusahaan BUMN konstruksi, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP) di Surabaya, yakni Grand Sungkono Lagoon, Grand Dharmahusada Lagoon, dan Paviliun Permata Apartemen. Grand Shamaya menjadi proyek ke-17 bagi perusahaan yang telah dan akan mengembangkan proyek-proyek baik high rise maupun landed house di beberapa kota, seperti di Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Malang.

Baca juga:  Pemerintah Diminta Naikkan FLPP Jadi 200 Juta

“Kami menilai pasar apartemen premium di Surabaya sangat terbuka. Masyarakat Surabaya mulai menganggap bahwa tinggal di apartemen selain kebutuhan, juga merupakan gaya hidup,” katanya.

Grand Shamaya diarsiteki oleh Aedas, firma arsitek kelas dunia yang telah merancang Burj Khalifa di Dubai dan Marina Bay Sand di Singapura.

Untuk tower pertama dengan nama Aubrey yang berkapasitas 387 unit dengan 54 lantai, diklaim sudah terjual 6 lantai dimana setiap lantai memiliki 9 unit kamar dengan tipe 1 bedroom, 2 bedroom, dan 3 bedroom. “Meski kita belum resmi melaunching namun sudah ada penjualan 6 lantai, kita makin optimis bahwa penjualan tower pertama ini bisa sold out,” tambah Ari Kartika, Vice President Marketing PT PP Properti.

“Yang menarik meski apartemen ini berada di tengah kota, namun suasana yang kita boyong adalah sebuah resort lengkap dengan unsur alam, pocket garden di setiap lantai, ruang publik untuk aktivitas yoga, thematic garden, bahkan kita memboyong waterfall atau air terjun setinggi delapan lantai yang disekat masing-masing dua lantai,” papar Rudy Harsono, Vice President Realty Wilayah Timur PT PP Property. (Bambang Wiliarto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.