Pura Samuan Tiga
Warga mempersiapkan penjor untuk pelaksanaan piodalan di Pura Samuan Tiga. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Bertepatan dengan Purnama Kedasa, Buda Kliwon Pahang, Rabu (10/5) dilaksanakan punck karya di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar. Prosesi piodalan di pura yang merupakan tempat tercetusnya desa pakraman serta pura Kahyangan Tiga ini, berlangsung selama 21 hari.

Prosesi Karya Bhatara Turun Kabeh mulai dari 25 April 2017. Diawali Nyambut Karya, Pengerauh, Madakeling, Negtegan, Nyangling, Mendak Pekuluh, Petabuhan dan Rabu (10/5) puncak Piodalan.

Setelah itu berlangsung upacara Penganyaran dan Ida Bhatara Budal pada Sabtu (13/5) diiringi prosesi Siat Sampian. Hingga pada 25 Mei 2017 dilaksanakan Penyepian Karya. Sementara untuk tahun ini, proses melis dilaksanakan Melis Ngubeng. “Pada upacara Penganyaran kami mohon dilaksanakan oleh masing-masing kabupaten/kota termasuk propinsi,” ungkap Ketua Paruman Pura Samuan Tiga, I Wayan Patera didampingi Manggala Saba, Ida Bagus Made Parsa.

Dijelaskan, saat dilangsungkan upacara Batara Turun Kabeh itu simbol-simbol sakral yang utama (pralingga) dan seluruh Bhatara Lawa yang ada di kompleks Pura Samuan Tiga diusung secara ritual dan distanakan/melinggih di Penataran. Hal ini menggambarkan bahwa para Dewa bersatu untuk memberikan karunia dan kesejahteraan pada umat sesuai dengan kadar karma dan baktinya. Pura Samuan Tiga dilengkapi dengan empat Pura Lawa yakni Pura Pucak Bukit, Pura Batan Jeruk, Pura Kelangu, dan Pura Santian.

Baca juga:  Hari Ini, Calonarang Watangan Mebakar Digelar Serangkaian Piodalan Sesuunan Ratu Bagus

“Pura Samuan Tiga berasal mula dari Pura Penataran pada Kerajaan Bedahulu abad ke-11 sehingga secara konseptual untuk pemujaan Siwa Buda,” imbuh wayan Patera.

Kahyangan Jagat Samuan Tiga di-empon oleh lima (5) Desa Pakraman dan 13 banjar. Desa Pakraman itu adalah Bedulu, Taman, Wanayu Mas, Tengkulak Kaja dan Tengkulak Tengah. Jumlah penduduk pengempon pura sekitar 2.400 kk.

Hal teranyar dari tradisi piodalan Pura Samuan Tiga tahun ini adalah tradisi Ngambeng pada H-15 hingga H-8 yang selama ini dilaksanakan oleh anak-anak di seputaran Desa Bedulu, untuk tahun ini krama Desa Bukian Payangan untuk pertama kalinya juga berpartisipasi. Mereka menghaturkan segala kebutuhan upakara, utamanya yang sulit dicari untuk selanjutnya diserahkan ke Pura Samuan Tiga.

“Bedanya, kalau disini ayah-ayahan ngambeng dilaksanakan oleh anak-anak, kalau di Bukian Payangan, warga yang menghaturkan dan dikumpulkan untuk selanjutnya di-haturkan ke Pura Samuan Tiga,” jelas Wayan Patera. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.