Reproduksi Kesehatan Remaja
Para remaja sedang menonton film dalam bus tentang kesehatan reproduksi remaja. (BP/may)
DENPASAR, BALIPOST.com – Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (KM FK Unud) punya ide kreatif dalam menyosialisasikan kesehatan reproduksi remaja. Caranya lewat Cinema in the Bus (CiBus).

Sesuai namanya, CiBus ini merupakan aktivitas menonton di dalam bus. Namun sebelum remaja mendapatkan tiket menonton film di dalam bus, mereka harus lolos dalam permainan-permainan yang dilakukan Kisara dan Genre. “Jadi kita juga kolaborasi dengan Kisara dan Genre,” kata Ketua Panitia, Nyoman Yuni Karunia Surya, Senin (24/4).

Setelah lolos dalam permainan itu, remaja mendapatkan tiket menonton di bus secara gratis. Permainan yang dilakukan seputar kesehatan reproduksi remaja. Film yang diputar di dalam bus juga merupakan contoh kehidupan remaja yang berisi pesan-pesan moral.

Film-film yang diputar merupakan pemenang kompetisi yang dilaksanakan KM FK Unud sebelumnya. Pemutaran film yang dibuka Minggu (23/4) di Lapangan Renon itu berlangsung selama 2 hari, Minggu dan Senin (24/4). Setelah Denpasar dan Badung, bus akan berkeliling ke kabupaten lain di Bali seperti Bangli hingga berakhir di Jembrana.

Baca juga:  Berakhir 27 April, Pendaftaran SBMPTN Unud Sudah Capai 5.000 Orang

Menurut Yuni, ada dua kelompok remaja, yakni urban dan rural. Remaja urban dinilai lebih aware dengan edukasi semacam ini karena terus terpapar dengan informasi yang sangat cepat. Selain itu di daerah urban juga banyak organisasi remaja, seperti Kisara dan Genre.

Sedangkan remaja rural, tingkat aware-nya kemungkinan masih kecil karena sebagian besar orang tua, guru dan teman-temannya masih tabu dan malu tentang kesehatan reproduksi. Meski demikian, menurut penelitian, remaja urban yang telah mengetahui informasi tentang kesehatan reproduksi tetap melakukan. “Maka dari itu kita juga menyasar semua kalangan dari urban dan rural untuk benar-benar mendapatkan informasi yang tepat dan mereka juga bisa sharing bercerita ke teman-teman organisasi remaja. Karena kita hampir sebaya umurnya jadi mereka lebih enak untuk ngobrol,” terangnya.

Dengan acara CiBus tersebut ia berharap remaja dapat bersikap dan berprilaku yang baik sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki. “Kalau pacaran, pacaran yang sehat, dan kalau melakukan hubungan seks dini, sudah tahu akibatnya, jadi mereka lebih aware,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.