lapangan
Mesin air minum otomatis (AMO) yang berada di Lapangan Puputan Badung masih di-police line. (BP/ara)
DENPASAR, BALIPOST.com- Musibah yang menimpa Rendi Rizaldi yang meninggal saat hendak minum air di mesin Air Minum Otomatis (AMO) di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, masih dalam proses penyelidikan.

Bahkan, mesin AMO milik PDAM Kota Denpasar tersebut masih diisi dengan garis polisi (police line). Karena itu, pihak PDAM belum bisa melakukan pemeriksaan sumber terjadinya kebocoran aliran listrik di mesin itu.

Direktur Teknik PDAM Denpasar I Putu Yasa yang dikonfirmasi, Jumat (14/4) mengatakan, mesin AMO tersebut menggunakan aliran listrik pada salah satu komponennya, yakni UV. “Aliran listriknya untuk mengaktifkan UV-nya,” jelasnya.

Hanya, pihkanya belum bisa memastikan dimana letak kebocoran listrik pada mesin AMO yang ada di Lapangan Puputan Badung tersebut. Mengingat, sampai kemarin masih diisi garis polisi. “Kami belum bisa melakukan pemeriksaan, karena masih ditangani kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Dirut PDAM Denpasar I.B. Gede Arsana mengatakan, saat ini pihaknya sudah membangun mesin AMO di tujuh lokasi. Selain di Kantor PDAM, mesin AMO juga ada di Lapangan Puputan Margarana, Renon (satu unit), Lapangan Puputan Badung (2 unit), Taman Kota Lumintang (1 unit),  di Jalan Subita (satu unit),  dan satu lagi di Pantai Segara Ayu, Sanur.

Pemasangan mesin AMO ini merupakan tindaklanjut dari PP No.16 Tahun 2005 yang mewajibkan PDAM seluruh Indonesia untuk menyiapkan air siap minum, PDAM Kota Denpasar telah mewujudkan pembangunan air siap minum yang telah dimulai pada tahun 2007 berupa Air Minum Otomatis (AMO) yang berlokasi di Kantor PDAM Kota Denpasar, pada tahun 2008 telah dibangun kawasan air siap minum yang belokasi di Jalan Subita dan pada tahun 2009 dibangun kembali AMO yang berlokasi di Pantai Segara Ayu Sanur.

Baca juga:  Tutupi Kerugian, PDAM Akan Naikan Tarif dan Cabut Subsidi Pelanggan 2018

Dalam rangka HUT ke-18 Pemerintah Kota Denpasar, PDAM Kota Denpasar telah membangun mesin AMO yang berlokasi di Lapangan Puputan Badung, Denpasar dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam rangka memperolah air siap minum bagi masyarakat yang memanfaatkan lapangan ini baik untuk kegiatan olah raga pagi hari atau sore hari.

Pembangunan AMO ini telah diresmikan oleh Wali Kota Denpasar yang didampingi oleh Direktur PDAM Kota Denpasar beserta Kepala Dinas terkait pada hari Kamis, 11 Februari 2010 lalu.

Pembangunan AMO ini merupakan wujud Corporate Social Responsibility (CSR) dari PDAM Kota Denpasar kepada masyarakat khususnya masyarakat di Wilayah Kota Denpasar untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa AMO  yang disiapkan oleh PDAM Kota Denpasar dapat diminum secara langsung karena air yang diminum sudah melalui tahapan proses yang kualitasnya telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat.

Terkait biaya investasi yang diperlukan untuk satu unit mesin AMO, Arsana mengatakan berkisar antara Rp 50 juta sampai 70 juta. (asmara/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.