Wakil Bupati Artha Dipa saat memberikan keterangan perihal tempat wisata baru di Karangasem. (BP/gik)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemkab Karangasem sudah penerima pembagian PHR dari Kabupaten Badung. Rencananya, anggaran itu akan digunakan penataan sejumlah objek pariwisata dan fasilitas umum yang sudah menjadi prioritas. Bahkan, Badung janji juga akan membantu pengembangan desa wisata di Karangasem.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Rabu (14/3), setelah menerima pembagian PHR dari Badung sebesar Rp 50 Miliar. Dari hasil pembagian PHR ini, sebagaimana proposal Pemkab Karangasem kepada Pemkab Badung, akan digunakan untuk menata berbagai infrastruktur.

Seperti penataan Pasar Hasil Pertanian dan Holtikultura di Kecamatan Rendang, perbaikan dan penataan Pura Hyang Aluh, rehab wantilan Pura Agung Besakih, pembangunan jembatan di sekitar kawasan Pura Agung Besakih hingga penataan Pura Kiduling Kreteg, penataan Taman Soekasada Ujung. “Pengembangan desa wisata juga janji dibantu Badung. Nomenklatur anggarannya memperbolehkan Badung bisa membantu kabupaten lain,” kata Artha Dipa.

Dia sudah meminta Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Karangasem untuk menyiapkan desa wisata yang akan dikembangkan langsung oleh Badung. Saat ini, total ada 20 desa wisata di Karangasem. 10 di antaranya sudah tidak aktif dan butuh sentuhan pengembangan, agar mampu menarik wisatawan dan berkontribusi terhadap daerah.

Baca juga:  Sleman Mencari Desa Wisata Juara Berbasis Masyarakat Lewat Lomba

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem Putu Arnawa, mengatakan siap untuk memaksimalkan peran desa wisata bersama Dinas Pariwisata untuk memberi warna baru pariwisata Karangasem.

Terlebih, potensi desa cukup besar dan tinggal penataan dan pengelolaan yang mesti diperbaiki. Bagi desa yang bisa mengelola sendiri, bisa segera bentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengelola secara keseluruhan. Kalau tidak sanggup mengelola sendiri, kata Arnawa, bisa dikerjasamakan dengan pemerintah daerah dengan membentuk badan pengelola.

Lantas, desa wisata mana saja yang akan dikembangkan oleh Badung?, belum dapat dipastikan. Pihaknya menegaskan masih memilah-milah dari 20 desa wisata yang ada di Karangasem. (bagiarta/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.