JAKARTA, BALIPOST.com – Meskapai Lion Air meraih sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA), pengakuaan atas selesainya audit internasional mengenai keselamatan dalam penerbangan. Audit IOSA dirancang untuk mengkaji dan menilai manajemen operasional serta sistem kontrol dari sebuah maskapai penerbangan.

Penilaiannya menggunakan lebih dari 900 standar harmonisasi internasional dan praktek yang telah direkomendasi. Ada delapan disiplin diaudit dengan berkala secara konsisten. “Program IOSA memberikan manfaat seperti penghapusan redundansi audit, menguranvi biaya dan sumber daya audit,” kata Presdir Lion Air Grup Edward Sirait usai menerima sertifikat di Jakarta, Senin (10/3).

Edward mengaku bangga atas karena Lion Air telah teregistrasi ke dalam IOSA. Saat ini, kata Edward, sudah tiga meskapai Lion Air Grup yang teregistrasi ke dalam IOSA yaitu Thai Lion Air, Batik Air, dan Lion Air. “Ini adalah bukti bahwa di dalam Lion Air Grup keselamatan selalu menjadi prioritas pertama kami,” kata Edward.

Baca juga:  Candaan Penumpang Lion Air Gegerkan Bandara Ngurah Rai
Lion Air merupakan maskapai yang melayani rute penerbangan ke lebih dari 44 destinasi domestik yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu ada empat destinasi internasional menuju Singapura, Malaysia, China, dan Arab Saudi.

Sejauh ini, Lion Air yang merupakan penerbangan berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC) memiliki total frekuensi penerbangan hingga 627 penerbangan tiap hari. Lion Air beroperasi menggunakan Boeing 737-900ER, Boeing 747-400, dan Airbus A330-300 dengan total armada Lion Air hingga saat ini mencapai 113 unit. (Nikson/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.