Petani di Jatiluwih mengeringkan beras merah hasil panennya. (BP/dok)
TABANAN, BALIPOST.com – Setelah tahap seleksi lewat penanaman berulang di UPTD Pembibitan Bongan Tabanan, tiga klon yang diuji coba kini telah dipilih satu klon unggulan. Klon ini berkode G0 dan memiliki sifat asli dari induknya yaitu berbulu layaknya ciri khas padi Bali dan berwarna merah hingga ke dalam bulir.

Klon terpilih ini akan diuji multi lokasi yaitu ditaman di tiga dataran baik dataran rendah, sedang dan tinggi. Dalam uji coba multilokasi ini akan diketahui berapa berat gabah yang dihasilkan klon terpilih dan diikuti dengan uji rasa.

Kepala Dinas Pertanian, Nyoman Budana, Kamis (9/3) memaparkan, pihak Pemkab Tabanan melakukan perbaikan dari jenis padi Bali dalam hal ini Beras Merah Cendana yang biasanya ditanam di daerah Penebel. Beras ini memiliki ciri khas berbulu, berwarna merah dan bercita rasa gurih.

Baca juga:  Bali Surplus Beras, Bawang Merah dan Cabai
Hanya sayang, produksinya hanya 4 ton per hektar dan diperlukan 180 hari masa tanam. “Pihak Pemkab kemudian mengadakan perbaikan dengan melakukan kerjasama dengan BATAN lewat proses radiasi sehingga periode tanam menjadi lebih singkat dan produksi meningkat tanpa mengubah tekstur dan rasanya,” jelas Budana.

Jika klon G0 dipilih untuk dikembangkan di Tabanan, maka dua klon lainnya, menurut Budana, dibawa oleh BATAN untuk dikembangkan dan dijadikan bibit Nasional. “Kita ambil G0 ini karena memiliki ciri khas padi Bali yaitu berbulu,” ujar Budana.

Klon G0 ini memerlukan periode tanam 120 hari dan produksi yang dihasilkan bisa mencapai 6 ton per hektar. Selain itu klon ini juga tahan hama dan penyakit selain itu tidak ada kecenderungan sifatnya kembali ke induknya.

Nantinya jika seluruh proses dilalui klon terpilih ini nantinya akan menjadi spesies baru. Penamaannya sendiri masih tidak lepas dengan nama induknya. Hanya ditambah sesuai dengan keinginan pemkab Tabanan. “Tetap akan dinamakan beras merah cendana. Hanya akan ditambah misalkan menjadi beras merah cendana serasi,” imbuh Budana. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.