Lampu TL di simpang empat Jalan Veteran Singaraja berbulan-bulan dibiarkan rusak. Akibatnya, arus kendaraan pada jam-jam tertentu krodit dan awan terjadi llakalantas. (BP/mud)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kerusakan lampu trafick light (TL) di Kota Singaraja sejak berbulan-bulan dibiarkan padam total. Sejak kerusakan itu, arus kendaraan pada jam-jam tertentu krodit dan rawan terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Ironisnya, tidak ada instanasi terkait yang melakukan upaya perbaikan, namun justru membiarkan kerusakan fasilitas yang penting tersebut.

Satu lokasi TL yang padam total terjadi di simpang empat Jalan Veteran, Singaraja. Jaringan TL di ruas jalan nasional tersebut padam sejak Februari 2016 dan lebih setahun kerusakannya baru dijanjikan akan diperbaiki tahun ini.

Sejak lampu tersebut padam, arus kendaraan dari empat arah tidak tertata. Bahkan ketika pagi hari atau jam mausk kantor dan masuk sekolah arus kendaraan di perempatan ini krodit dan rawan terjadi lakalantas. Apalagi, TL ini beerdekatan dengan Pasar Buleleng yang selalu padat sejak pagi hingga siang hari.

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra mengatakan, kerusakan lampu TL itu bukan kewenangannya. Lokasi lampu TL berada di ruas jalan nasional dan ada yang ruas jalan provinsi, maka dengan sendirinya kewenangan untuk memelihara atau memperbaiki kerusakan lampu TL itu ada di provinsi dan pemerintah pusat.

Baca juga:  Jalan Dusun Tingas Rusak Barat Sejak 10 Tahun

Lokasi lampu TL di simpang empat Jalan Veteran itu sudah pernah dilaporkan kepada pemerintah pusat. Saat ini, pemerintah pusat telah menjanjikan untuk perbaikan dengan anggaran mencapai Rp 700 juta.

Hal yang sama juga dilakukan untuk penanganan kerusakan lampu TL di simpang empat Kelurahan Banyuning. Kerusakan itu sudah dilaporkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali dengan harapan secepatnya diperbaiki.

Akan tetapi kordinasi itu hingga sekarang belum juga ada tanggapan. “Kalau di ruas jalan kabupaten semua TL-nya nyala. Hanya dia TL di Veteran itu rusak sejak Februari 2016 dan sekarang sudah lewat setahun. Banyuning itu memang rusak sudah lama dan sampai sekarang kita maish tunggu perbaikan dari pusat dan provinsi,” jelasnya. (mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.