Jembatan penghubung yang rusak. (BP/dwa)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Meski kondisi sejumlah bagian Pasar Seni Semarapura sudah lapuk dan berbahaya, tahun anggaran induk 2017, Pemkab Klungkung tidak menganggarkan untuk perbaikan.

Sementara biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1,15 miliar untuk penataan tempat usaha hanya dialokasikan terhadap pengaspalan jalan dan tembok penyengker saja.

Kerusakan yang terjadi pada Pasar Semarapura tersebut selain telah dipantau langsung Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta juga telah menjadi sorotan masyarakat.

Terkait kerusakan beberapa bagian pasar Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan IB Jumpung Oka Wedhana menjelaskan pengaspalan jalan dilakukan pada jalan lingkar sebagai tindak lanjut dari relokasi ratusan pedagang pelataran yang sebelumnya menempati jalan lingkar.

Selain jalan lingkar anggaran tersebut juga digunakan untuk saluran resapan dan tembok penyengker. Terkait kerusakan yang terjadi pada pasar Semarapura, menurut IB Jumpung anggaran yang dialokasikan tahun ini tidak sampai menyentuh kesana. “Kemungkinan pada tahun anggaran 2018 baru dapat dilaksanakan,” tuturnya.

Saat ini fasilitas yang dimiliki pasar Seni Semarapura masih belum layak untuk dikunjungi wisatawan, bahkan di sejumlah titik sangat mengancam keselamatan sekitar.

Sayang, hingga saat ini belum ada respon dari Pemkab Klungkung untuk mengatasi permasalahan di Pasar Semarapura tersebut. Mengingat pada anggaran perubahan tahun 2016 hingga induk 2017 hanya disetujui proyek pengaspalan jalan pasar.

Baca juga:  RS Pratama akan Rekrut Tenaga Perawat

Pengunjung harus berhati-hati berjalan di pasar ini karena sejumlah jembatan penghubung di blok utara lantai II, kropos dan berlubang.

Selain itu beberapa titik terlihat atap yang bocor dan bangunan keropos termakan usia. Sejumlah pedagang pun telah mengakali dengan menutup lubang jembatan menggunakan papan seng.

Pusat perbelanjaan wisata Klungkung ini memiliki beberapa titik yang berbahaya untuk dilewati. Seperti jembatan penghubung yang kondisinya rusak parah di lantai II, yakni penghubung blok C ke blok D, dan dua jalan di blok A menuju F.

Kondisi yang tidak layak ini pun membuat sejumlah pemilik kios di jalur tersebut minggat karena jembatan penghubung berbahan besi ini sudah tidak layak untuk dilalui pengunjung.

Pembeli takut melintas, apalagi jembatan penghubung tersebut menjadi akses satu-satunya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak dingginkan, pedagang pun menutupi lubang di jembatan penghubung itu dengan papan seng. “Tetap saja berbahaya, cuman pedagang di sini sudah waspada supaya tidak sampai terpeleset,” ujar salah satu pedagang di pasar tersebut. (dewa farendra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.