
DENPASAR, BALIPOST.com – Pedagang loak yang sebelumnya berjualan di Terminal Kereneng sudah semua pindah di gedung Pasar Kereneng lantai 2. Pedagang mengakui lebih nyaman berjualan di dalam gedung dengan kedatangan jumlah pengunjung tetap sama seperti saat berada di bawah.
Salah satunya diakui oleh Basri, pedagang sepatu dan sandal bekas. Dia mengaku berjualan di dalam gedung lebih nyaman karena tidak perlu takut kehujanan. Demikian juga bagi pengunjung tidak lagi berdesak-desakan seperti di bawah. “Jadi pengunjung juga lebih nyaman disini,” katanya.
Selain itu, karena berjualan di dalam kios gedung, dia mengaku tidak kerepotan lagi saat buka tutup dagangan. Karena ia hanya perlu menarik rolling door.
Sementara di bawah dia perlu menggelar dagangan terlebih dahulu. “Kalau di sini kapan saja mau buka atau mau tutup gampang saja,” ungkapnya.
Disinggung soal jumlah pengunjung, Basri mengakui masih sama seperti saat berjualan di bawah. Tidak ada tambahan ataupun pengurangan.
Demikian terkait biaya sewa, dia mengatakan saat ini hanya kena biaya sebesar Rp15.000 per hari.
Dikonfirmasi terkait biaya pedagang Pasar Loak, Kepala Unit Pasar Kereneng, I Gusti Ngurah Arya Kusuma mengatakan, untuk biaya pedagang ada biaya operasional harian (BOP) dan biaya sewa bulanan.
BOP yang harus dibayarkan sebesar Rp7.770 per hari untuk los dan Rp8.325 per hari untuk kios. Nilai tersebut sudah termasuk pajak. Sementara untuk biaya sewa dikenakan Rp6.000 per meter persegi per bulan untuk los dan Rp13.000 per meter persegi per bulan untuk kios.
“Jika pedagang menyebutkan pembayaran Rp15.000 per hari. Itu sisa dananya diendapkan yang bisa saja untuk pembayaran sewa bulanan, atau biaya bulan berikutnya. Termasuk juga bisa ditarik, karena ini kita kerjasama dengan koperasi,” ungkapnya.
Sementara itu, dari 77 pedagang loak di Terminal Kereneng, kata dia sudah semua pindah ke lantai 2 gedung Pasar Kereneng. Demikian pedagang sisi barat pada gang sekitar 9 gang, juga direlokasi ke lantai 2. Hal tersebut untuk kenyamanan bersama pedagang atau pun pengunjung. (Widiastuti/bisnisbali)










