PDAM
Ilustrasi. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Warga di Dusun/Desa Bantang Kintamani sejak dua Minggu terakhir mengalami kesulitan air bersih. Kondisi itu terjadi akibat jaringan pipa air bersih yang ada di dusun setempat rusak diterjang longsor. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih seperti mandi dan mencuci warga setempat terpaksa mengambilnya di sumber air yang ada di wilayah desa.

 

Sementara untuk keperluan memasak, warga mengandalkan suplay air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Bangli.

 

Kepala Dusun Bantang Nyoman Sukada saat dihubungi Selasa (28/2) mengatakan, musibah longsor yang terjadi pada Jumat (10/2) lalu mengakibatkan jaringan pipa air bersih yang ada di wilayah dusunnya rusak.

Baca juga:  Naik dari Sehari Sebelumnya, Tambahan Kasus COVID-19 Bali di Atas 135

 

Jaringan pipa air bersih milik desa yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat tersebut mengalami kebocoran akibat tergerus dan tertimbun longsor. Kerusakan jaringan pipa tersebut mengakibatkan ratusan warga di dusunnya kesulitan air bersih sejak lebih dari dua minggu terakhir. “Saat ini masih sedang diperbaiki. Termasuk bak penampungannya juga dibersihkan dari lumpur dan sampah,” jelasnya.

 

Sukada mengatakan, sejak rusaknya jaringan pipa tersebut warganya terpaksa mengambil air bersih di sumber air yang ada di tegalan. Air yang diambil dari sumber tersebut biasanya hanya dipakai untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Baca juga:  Topan Mangkhut Landa Thailand, 1 Balita Tewas dan 7 Hilang

 

Sementara untuk keperluan memasak, warga mengandalkan suplay air bersih dari BPBD setiap dua hingga tiga hari sekali. “Agar air tersebut bisa cukup untuk semua warga, kita lakukan pembagian. Per satu KK dibagi sekitar empat ember,” ujarnya.

 

Sukada mengatakan, sejatinya pihaknya sangat berharap air bersih bisa disuplay BPBD maupun Dinas Sosial setiap hari. Hanya saja mengingat desa-desa lainnya juga ada yang kesulitan air bersih, maka warga di dusunnya hanya bisa mendapatkan suplay air bersih per 2-3 hari sekali.

Baca juga:  Tambah Puluhan Orang Positif COVID-19, Kumulatif di Bali Lampaui 1.000 Kasus dan Meninggal Bertambah

 

“Kita berterimakasih kepada dinas-dinas terkait yang sudah membantu. Kita dari prajuru masih berupaya melakukan perbaikan, mudah-mudahan seminggu kedepan air sudah bisa ngalir kembali,” harapnya.

 

Sementara itu Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa saat dikonfirmasi terpisah mengakui bahwa sejak jaringan pipa air bersih yang ada di Dusun Bantang rusak, pihaknya terus menyuplai air bersih untuk warga yang ada di dusun setempat. Air bersih biasanya disuplai setiap 2-3 hari sekali. Dalam satu kali suplay biasanya pihaknya bisa mengirim hingga 3 sampai 5 tangki air bersih. (dayu rina/balipost)

 

BAGIKAN